Daftar berita terlampir: * Kesadaran yang Rendah Kendala Serius Selamatkan SDA * Pembangunan Berkelanjutan Terancam Gagal * RPP Kehutanan Selesai Disusun * "Berikan Kesempatan kepada Bumi" * Membongkar Mitos-mitos Kebohongan * Perusahaan Multinasional Tidak Peduli Lingkungan * Perusahaan Multinasional tak Peduli Lingkungan * LSM Anggap Pertemuan PrepCom IV Gagal * Dewan Sumber Daya Air untuk Tangani Banjir * Menteri LH Norwegia Ingin Saksikan Kehidupan Suku Kubu * Mampukah Membangun Masyarakat secara Adil? * Menguatkan Implementasi Agenda 21 * PrepCom IV WSSD Berakhir * PrepCom IV Tidak untuk Negara Maju * Isi ''Chairman Text'' Lemah
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Kesadaran yang Rendah Kendala Serius Selamatkan SDA http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4232 Rendahnya kesadaran terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan, menjadi salah satu kendala serius bagi penyelamatan sumber daya alam (SDA) di Indonesia. Selain itu penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran yang merusak lingkungan juga belum menjadi perhatian serius pemerintah. Hal itu disampaikan pakar lingkungan Prof Dr Otto Soemarwoto, pada acara bedah buku Atur Diri Sendiri: Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diterbitkan Gajah Mada Press, di Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. (Media Indonesia, 2002-06-12) Pembangunan Berkelanjutan Terancam Gagal http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4228 Pembangunan berkelanjutan terancam gagal karena dalam pertemuan PrepCom IV di Bali (27 Mei-7 Juni 2002) tidak tercapai kesepakatan implementasi penyelesaian utang dan dibukanya akses pasar negara-negara maju bagi produk negara berkembang. Ketua Dewan Penyantun dan Staf Ahli Konsorsium Nasional untuk Pelestarian Hutan dan Alam Indonesia (Konphalindo) Hira Jhamtani dan Ketua Yayasan Keragaman Hayati (Kehati) Ismed Hadad mengungkapkan hal tersebut secara terpisah kepada Media kemarin. (Media Indonesia, 2002-06-11) RPP Kehutanan Selesai Disusun http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4238 Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang kehutanan telah selesai disusun tim perumus yang dibentuk Departemen Kehutanan (Dephut). Kini, berkasnya telah berada di Sekretariat Negara (Setneg). RPP itu dibuat untuk mengatasi tumpang tindihnya undang-undang (UU) tentang Kehutanan dan UU tentang Pemerintah Daerah, khususnya mengenai kewenangan daerah mengelola hutan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Analisis dan Penyajian Informasi Dephut Widagdo kepada Kompas pekan lalu, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta. (Kompas, 2002-06-11) "Berikan Kesempatan kepada Bumi" http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4206 TEMA Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2002 itulah tampaknya yang dilakukan 10 orang/kelompok penerima Penghargaan Kalpataru 2002. Setidaknya, mereka yang menerima penghargaan dari Presiden Megawati Soekarnoputri, Rabu (5/6), di Denpasar Bali itu, dalam 25 tahun terakhir di daerah masing-masing, mengusahakan agar Bumi memperoleh kesempatan memberi manfaat yang lebih berarti bagi masyarakat di sekitarnya. Upaya tersebut tampak dari kegiatan ke-10 penerima Penghargaan Kalpataru itu. Mulai dari Perintis Lingkungan yang antara lain berupaya mencari cara membasmi organisme pengganggu tanaman, memulihkan tanaman yang akan punah, hingga pembina lingkungan yang melestarikan tanaman langka bahan baku obat maupun buah-buahan. (Kompas, 2002-06-10) Membongkar Mitos-mitos Kebohongan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4211 SOROT mata Leticia Lopez Cepeda (42) tajam memandang teman bicaranya. Dengan kalimat-kalimat penuh tekanan dia mengungkapkan, pemberlakuan North America Free Trade Area (NAFTA) selama delapan tahun terakhir telah melumpuhkan keberdayaan para petani, khususnya petani kecil. Sejak tahun 1994, mereka harus bertarung dengan kekuatan yang tidak seimbang melawan petani pemilik lahan luas di Amerika. Setelah diberlakukan NAFTA, produksi pertanian turun, harga produk pertanian kami semakin tidak kompetitif, sementara keanekaragaman hayati dalam pertanian kami semakin surut. Palawija utama kami semakin menghilang. Contohnya, jagung yang sejak lama ada di wilayah Wahaka, kini menghilang, dan digantikan oleh jenis jagung dari benih transgenik yang asing bagi kami," tutur Leticia. (Kompas, 2002-06-10) Perusahaan Multinasional Tidak Peduli Lingkungan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4216 Perusahan multinasional (Multi National Company/MNC) yang beroperasi di negara berkembang dinilai tidak peduli terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan yang timbul akibat kegiatan usahanya. Demikian dikatakan Ketua Kadin Indonesia Kompartemen Lingkungan, Ilhamy Elias dalam keterangan tertulis yang diterima Pembaruan Senin (10/6). (Suara Pembaruan, 2002-06-10) Perusahaan Multinasional tak Peduli Lingkungan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4200 Perusahan multinasional (MNC) yang beroperasi di negara berkembang dinilai tidak peduli terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan yang timbul akibat kegiatan usahanya. Ketua Kadin Indonesia Kompartemen Lingkungan, Ilhamy Elias, dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu mengatakan, hal itu terlihat dari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan usaha MNC yang tetap miskin dan menanggung penderitaan kesehatannya akibat pencemaran limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) serta kerusakan ekosistem. (Republika, 2002-06-09) LSM Anggap Pertemuan PrepCom IV Gagal http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4208 Kalangan LSM mancanegara yang tergabung dalam sejumlah kaukus di pertemuan Komite Persiapan (PrepCom IV WSSD) menilai pertemuan Bali telah gagal menghasilkan sejumlah keputusan penting yang bisa menyelamatkan masa depan bumi dari kehancurannya. Kesimpulan itu dituangkan dalam pernyataan sikap bersama berbagai kaukus, di antaranya kaukus wanita, perdamaian, masyarakat madani Arab, keadilan lingkungan, masyarakat dan negara-negara yang tidak terwakili, dan pertanian berkelanjutan di Nusa Dua, Bali, Jumat. (Media Indonesia, 2002-06-09) Dewan Sumber Daya Air untuk Tangani Banjir http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4209 Untuk menanggulangi banjir, Indonesia perlu membentuk Dewan Sumber Daya Air, seperti di Belanda agar penanganan manajemen sungai dapat terencana dan terkoordinasi dengan baik. Pendapat itu disampaikan Herman Zevering salah satu anggota Tim konsultan Nedeco, di Jakarta Kamis (6/6), pada acara lokakarya Quick Reconnaissance Study Jakarta Flood 2002 (Studi Banjir Jakarta dan sekitarnya). (Media Indonesia, 2002-06-09) Menteri LH Norwegia Ingin Saksikan Kehidupan Suku Kubu http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4210 Menteri Lingkungan Hidup (LH) Norwegia Borge Brende akan mengunjunggi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), sekaligus meninjau dan menyaksikan kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Muaro Tebo, Jambi. ''Selain TNBT, kunjungan juga ke Cagar Biosfir Bukit Dua Belas yang dihuni SAD itu,'' kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin didampingi Kabiro Humas Provinsi Jambi Syafrudin Anang di Jambi, Jumat. (Media Indonesia, 2002-06-09) Mampukah Membangun Masyarakat secara Adil? http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4220 Banyak gerakan lingkungan hidup yang oleh masyarakat dianggap seremonial belaka. Itu semua karena masyarakat sudah pada tingkat pesimis dengan kondisi semakin rusaknya lingkungan. Masyarakat menganggap masalah lingkungan hidup menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pengambil dan penentu kebijakan. Sebab, aksi dan kegiatan yang dilakukan masyarakat selama ini menjadi dianggap percuma dan mentah karena sikap pengambil dan penentu kebijakan yang kurang menanggapinya. (Suara Pembaruan, 2002-06-09) Menguatkan Implementasi Agenda 21 http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4221 Agenda pertemuan PrepCom IV selama dua minggu ini, menurut Sekretaris Jenderal Johannesburg Summit, Nitin Desai, adalah sesuatu yang sangat menantang yang mencakup banyak hal. Untuk itu, dia memfokuskan pada satu hal, yakni program penguatan implementasi Agenda 21, yang saat ini dalam proses perundingan dan perdebatan. Dia berharap proses pengambilan keputusan tidak akan seperti proses yang biasanya terjadi dalam sidang-sidang PBB yang melelahkan. Nitin berharap semua proses berakhir pada kesepakatan. (Suara Pembaruan, 2002-06-09) PrepCom IV WSSD Berakhir http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4214 Isu perdagangan dan pendanaan, yang proses negosiasinya dalam program implementasi sangat alot, terbukti mengganjal penyelesaian secara utuh Dokumen Komitmen Bali. Sampai Jumat (7/6) malam, hari terakhir persidangan menurut jadwal resmi PrepCom IV, sidang pleno masih berlangsung dan pertemuan- pertemuan informal masih berjalan, sedangkan Pertemuan Tingkat Menteri Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) berakhir Jumat malam tanpa acara penutupan.Tidak selesainya proses negosiasi sebenarnya sudah diantisipasi beberapa pihak, meskipun batas negosiasi menurut jadwal agenda PrepCom IV adalah Jumat tanggal 31 Mei 2002. Hari Kamis malam Komisioner Lingkungan Uni Eropa (EU) Margot Wallstrom mengatakan, kemungkinan tidak dicapainya kesepakatan dalam negosiasi untuk beberapa isu kritis, seperti perdagangan, pendanaan, dan globalisasi. (Kompas, 2002-06-08) PrepCom IV Tidak untuk Negara Maju http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4225 Apa yang dikhawatirkan banyak pihak, terutama kalangan LSM, mulai tergambar pada Rapat Persiapan (Preparatory Committee Meeting PrepCom) IV di Nusa Dua Bali, dalam rangka KTT Bumi, Pembangunan Berkelanjutan atau World Summit on Sustainable Development (WSSD) Johannesburg September mendatang. Negara-negara maju dinilai para LSM melakukan penekanan kepentingan dengan mengarahkan agar apa yang dihasilkan dalam PrepCom IV mengambang. "Yang menjadi persoalan, ada kecenderungan peserta di sini menghilangkan yang bersifat action plan seperti misalnya, waktu pelaksanaan," ungkap Ketua Pengarah PrepCom IV Prof Dr Emil Salim di Nusa Dua, Bali baru-baru ini. (Suara Pembaruan, 2002-06-02) Isi ''Chairman Text'' Lemah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4227 Masyarakat madani yang diwakili oleh Indonesian People's Forum (IPF), Greenpeace World Wild Fund (WWF), Friends of the Earth, Third World Network, LSM Afrika Selatan, dalam forum PrepCom IV baru-baru ini di Nusa Dua Bali mengatakan, dokumen Chairman Text dalam forum itu terlalu lemah isinya. Dokumen itu dinilai tidak mencerminkan semangat, visi, dan misi dari World Summit on Sustainable Development (WSSD), tetapi lebih cocok sebagai dokumen utama untuk Nothern Government Summit for Unsustainable Development. Padahal, PrepCom IV jelas merupakan batu loncatan menuju WSSD. Sandra Moniaga yang mewakili IPF menyatakan tidak akan menerima Chairman Text. Hal sama juga dikatakan Ketua PrepCom IV, Emil Salim. Dia menyatakan tidak puas dengan rumusan dokumen itu. (Suara Pembaruan, 2002-06-02) _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
