Dear All,
 
Kami turut prihatin atas kejadian ini dan berharap advokasi yang terencana dan fokus terus dilanjutkan untuk menciptakan suatu kondisi KB yang baik, bagi KB dan satwanya serta masyarakat sekitar, dan sebagai pelajaran bagi pengelola KB khsususnya di Medan dan umumnya di Indonesia agar selalu menjaga kondisi satwa dan lingkungannya.
Selamat Berjuang!
 
Manggala Wanabakti
Jakarta
----- Original Message -----
Sent: Saturday, July 06, 2002 12:15 AM
Subject: [Envorum] RIMBA GAJAH MALANG DI KBM

Salam Lestari,

"Turut berduka cita, atas matinya Rimba (gajah) di Kebun Binatang Medan" pada tanggal 4/7 yang lalu yang menurut penuturan staff KBM Rimba mengalami gangguan ginjal yang sudah kronis. Kawan-kawan LSM/Ornop di Medan sejak tahun 2000 sudah mengajukan tuntutan kepada Walikota Medan untuk mengadakan re-lokasi KBM yang sudah tidak layak untuk sebuah Taman Satwa, luas KBM saat ini lebih kurang 4,5 Ha, dan berlokasi ditengah-tengah pemukiman penduduk kota Medan (Jalan Brigjend Katamso) yang intensitas kerja masyarakat sekitar sangat tinggi dan sangat tidak nyaman untuk sebuah Taman Satwa. Disamping itu di dalam KBM tersebut juga setiap saat menampilkan pertunjukan berupa kyboard, rag molen, kuda pusing, dan penuhnya pedagang di zona inti KBM (bahkan sampai-sampai di depan kandang satwa, jelas mengganggu kenyamanan pengunjung dan satwa menjadi stress akibat teriakan pedagang dan bunyi dagangan (mainan anak-anak) yang memancing pengunjung untuk membeli dagangannya.

Kawan-kawan LSM/Ornop meminta kepada Pemko Medan untuk menyerahkan pengelolaan KBM kepada pihak swasta, yang memiliki keperdulian terhadap Taman Satwa dan Keanekaragaman Satwa di Sumatera, namun sayang usaha tersebut tidak mendapat tanggapan bahkan dengan arogannya Walikota Medan tetap mengharapkan PAD dari satwa yang ada di KBM. 

Walikota Medan tetap mempertahankan KBM dikelola oleh PD. Pembangungan Pemko Medan, inilah perjuangan pahit yang dirasakan kawan-kawan untuk menyelamatkan satwa-satwa di KBM. Bahkan kawan-kawan sering menyoroti PD. Pembangunan yang mengelola KBM untuk bermurah hati menambah biaya anggaran makan dan perawatan satwa, namun sampai saat permintaan tersebut tidak di indahkan baik oleh Walikota dan Direktur Pelaksana Harian PD. Pembangunan Pemko Medan. Akhirnya Rimba si Gajah Malang korban yang kesekian kalinya. Haruskah kita biarkan satwa yang saat ini berada di KBM mengalami ha yang sama?

PD. Pembangunan Pemko Medan selama ini juga mengelola Terminal Terpadu Amplas, Terminal Terpadu Pinang Baris, dan beberapa jenis tempat-tempat hiburan di Medan. Mungkin KBM juga dianggap seperti terminal-terminal lainnya, dan bukan sebagai program Konservasi In-Situ. 

Rimba si Gajah Malang, selama ini banyak memberikan rupiah kepada pengelola KBM, Rimba setiap hari harus bekerja keras memikul pengunjung di punggungnya tanpa henti-hentinya. Rimba yang malang bekerja dahulu baru diberi makan. Rimba juga sering dikontrak keluar dari KBM apabila ada pesanan. Herannya pengelola KBM yang sudah mengetahui penderitaan dan penyakit Rimba tetap dipaksa bekerja meraup rupiah untuk pengelola KBM. Dimana keadilan itu sebenarnya?

Akhir hayat Rimba ternyata menimbulkan dilema disatu sisi pengelola beralasan kematian Rimba karena "ginjal kronis" sementara kawan-kawan LSM/Ornop menilai kematian Rimba semata-mata karena kepentingan pengelola KBM untuk meraup rupiah sebanyak-banyaknya.

 

Salam,

Efrizal Adil Lubis

Yayasan Kibar

Catatan : Kami mohon masukan dan informasi yang bisa mendukung aksi-aksi penyelamatan satwa di KBM dari kawan-kawan.



Do You Yahoo!?
New! SBC Yahoo! Dial - 1st Month Free & unlimited access

Kirim email ke