Kang Adi, Saya se7 dengan konsern anda. Dalam kalkulasi saya, ini ada kaitan dengan perlunya kontrol atawa penapisan atas campur tangan asing (baca: lembaga asing pembawa uang) yang memang perlu segera dibuat (?). Tentunya kontrol atas hal-hal dari mulai besaran uang yang dibawa, statusnya (utang atawa pemberian belas kasihan), konteks yang dibawa, urgensi dan relevansinya, ideologi yang diusungnya, integritas (??), kesungguhan (???) dan komitmennya (????)...sampai mekanisme pendanaan dst....termasuk proses rekrutmen pelaksananya baik yang melayu-based maupun yang bule-based. Pertanyaannya...sudahkah ada lembaga kontrol seperti ini? Pemerintah langsung sebagai lembaga kontrol? Cukupkah? Lalu, pemerintah yang mana? Bagaimana kinerja lembaga(2x) kontrol pemerintah ini, kalau ternyata sinyalemen yang anda usung ternyata masih menjadi kenyataan yang hingar bingar dan menggetirkan....sampai saat ini.
Dari pengamatan kasar saya, lembaga asing (whatever the name, termasuk yang diawali dengan kata"un") yang "berproyek" di rekiblik ini bisa dikelompokkan setidaknya menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok yang sangat government oriented, dimana frame, detail kegiatan bahkan sampai basic ideologynya sangat pemerintah. Kalau ditanya alasannya, mereka berlindung pada kalimat "lembaga saya ini adalah lembaga kerjasama pemerintah...fullstop". Cilakanya, lembaga asing yang jelas-jelas non-government pun sering dijumpai sangat government oriented. Government oriented salah? Tidak sepenuhnya....hanya saja pada saat pemerintahnya sendiri terindikasi kehilangan orientasi...lantas manfaat apa yang bisa diharapkan dari eksistensi lembaga asing itu bagi publik kebanyakan dan lingkungan?. Some how, lembaga-lembaga asing - apapun - ada unsur mencari "peruntungan financial dan ekonomi" di rekiblik ini. Thus, ini factor yang perlu pula dipertimbangkan dalam menyoal kehadiran lembaga asing itu. Kelompok kedua, masih government oriented, tapi sudah "berdekatan" dengan organisasi non-government atau bahkan NGI, non-government individual. Kelompok ini, tak jarang berdalih sebagai "jembatan" antara kepentingan pemerintah dan kepentingan publik dalam mengurus keseharian rekiblik ini. Label yang dipake bisa macem-macem, dari mulai poverty alleviation, multistakeholders, conservation, good governance, structural adjustment, sampai pada sustainable development, dengan macem-macem entitas issue: tambang, hutan, marine, energy, health, water, agriculture, off farm, on farm, dst. Dibanding kelompok pertama, kelompok ini masih relative lebih berpeluang untuk "dimanfaatkan" seoptimal mungkin. Katakanlah...agar orientasi dan keberpihakannya bisa "digiring" (artinya termasuk dikontrol) agar melulu kepada kepentingan publik dan kepentingan jangka panjang. Optimal?...jelas tidak....dan ini sangat tergantung pada siapa akhirnya yang "benar-benar bisa" menggiring, plus kondisi dan setting social pulitik kita yang masih sontoloyo: tidak satunya kata dengan perbuatan, lebih suka membenarkan yang biasa dan bukan membiasakan yang benar....dan suangat suka dengan kepalsuan dari mulai tanggal lahir sampai ijazah sekolah. Tidak bisa digeneralisir memang...tapi anehnya itu semua sudah menjadi pengetahuan, gejala dan dagelan umum. Nah Kang Maha, kalau setting social pulitik kita tidak pernah berubah, dan tidak ada pihak yang bisa benar-benar sebagai control, uluran campur tangan asing - seberapapun - malah bisa jadi senjata yang paling ampuh untuk "mereka" akhirnya mengobrak abrik komunitas-komunitas nusantara ini yang katanya berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kalimat dan kata terakhir Binny (di email yang lain) semakin menguatkan kekhawatiran ini. Prihatin memang......karena kita ini, dengan demikian, nyaris tak punya harapan. Hingar bingar pemilu dua ribu empat hanyalah penegasan, bahwa pulitik di rekiblik ini tak lebih sebagai ikon perebutan kekuasaan. Cilakanya, masing-masing kita tampaknya tidak padu dan bahkan asyik dengan kesendiriannya. Mari....sambil terus berusaha untuk padu, kita saksikan saja.......di lembah mana rekiblik ini akhirnya berhenti berdenyut....atau seberapa mungkin ia bisa bangkit kembali. Salam, AK -----Original Message----- From: Maha Adi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, January 16, 2004 5:25 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [communitygallery] Fw: [NGO-DFF-initiative] Vacancy in UNDP-Jakarta (National) Salam Lestari, Syukurlah jika demikian....jangan sampai suatu saat ada orang yang menulis ttg Politik Konservasi di Indonesia, nama UNDP masuk 'kelompok hitam.' Saya tergolong wartawan yang terkaget-kaget melihat besarnya dana konservasi yang bak air bah mengucur ke Indonesia. COREMAP saja mendapat ratusan miliar rupiah.Meskipun terus terang, gak ada hasilnya. Ide dan parstisipasi masyarakat, dan bangunan kesadaran mereka ttg konservasi pesisir dan laut, bukan didorong oleh program COREMAP tetapi lebih banyak krn kesadaran sendiri. SEtidaknya itu yang terekam saat saya ada di Desa Les Buleleng, di KOmodo, di Wakatobi, di BUnaken, dll. Kalau kerjanya cuma mendata terumbu karang...buat apa ada program baru..suruh aja anak2 diver. murah meriah kan. Sama kagetnya ketika pinjaman sebesar US$ 2 juta dolar disepakati pemerintah Indonesia untuk kampanye anti ilegal logging. Dana itu diserahkan oleh Dephut untuk dikelola o' sebuah LSM lingkungan. Dan ternyata, sampai hari ini, mohon maaf nih, saya yg ingin menulis program itu terus terang bingung, krn mereka cuma membuat website. Hutan makin rusak, bahkan menjadi 3,8 juta hektar dalam setahun terakhir, law enforcement tetap nol besar, aparat terkait tetap melibatkan dirinya dgn para loggers sialan itu. So, pinjaman itu dikembalikan saja, toh sudah dapat bunganya kan...lumayan untuk overhead cost kantor. Tapi saya masih punya harapan dgn UNDP lah. memang selalu ada gesekan kepentingan, selalu ada kompromi. tapi mudah2-an, menggembirakan untuk lingkungan hidup kita. Mudah-mudahan calon yang Anda cari memang punya komitmen tinggi, idealisme tinggi pula untuk memperbaiki hutan tropis kita. Saya yakin, karena gaji-gaji mereka yang di LSM besar dan mapan macam WWF, TNC, CI, kan setara dengan CEO perusahaan besar, krn itu tidak ada alasan lagi, apapun bentuknya, untuk gagal mengembalikan hutan tropis kita. Dan akan sangat menarik sebetulnya, bila ada di antara anggota milis ini yang tertarik membuat buku POlitik Konservasi di Indonesia, untuk mengkritisi, menguliti, dan menilai kembali peranan yg dimainkan oleh lembaga2 donor, lembaga keuangan internasional, lembaga konservasi dan LSM lingkungan hidup thd konservasi di Indonesia. Terutama yang berhubungan dengan penggunaan dana yg amat besar itu. salam saya, iggm At 05:19 AM 1/15/04 +0700, you wrote: >Pak Maha Adi dari Tempo yang baik, > >terimakasih banyak sudah mengingatkan kami semua pada pertanyaan senisitif >tapi nyata seperti ini. Setahu saya, proses pencarian orang untuk posisi ini >sudah diusahakan secara seterbuka mungkin. Sepanjang pengetahuan saya, tidak >ada maksud untuk hanya menjaring CV sebanyak mungkin. Saya paham >kekhawatiran anda karena memang kadang-kadang terjadi kecenderungan bahwa >lembaga dana atau institusi memang sudah mempunyai calon kuat, namun karena >tuntutan proses, maka harus diiklankan terlebih dahulu. Tapi, untuk kasus >ini, saya rasa kita perlu melihat lebih dekat. Kalau saya punya informasi >lebih lanjut lagi, saya akan senang untuk mendiskusikannya dengan anda. >Sekali lagi, terimakasih banyak sudah turut mengawasi kinerja lembaga dan >program yang didukung oleh pendanaan internasional. Semoga lebih banyak lagi >yang kritis dan peduli seperti anda. > >salam, > >Avi Mahaningtyas >National Coordinator >GEF-Small Grants Programme Indonesia >Yayasan Bina Usaha Lingkungan >Jl. Hang Lekir VI/no: 1 >Jakarta 12120 >Indonesia >Ph/fax: ++62 21 720 6125; 722 0905 >web: www.sgp.or.id; www.undp.org/sgp > > > > > >----- Original Message ----- >From: "Maha Adi" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: Thursday, January 15, 2004 6:32 AM >Subject: Re: [communitygallery] Fw: [NGO-DFF-initiative] Vacancy in >UNDP-Jakarta (National) > > >> Saya mau tanya sama yang posting lamaran ini. >> Sebetulnya UNDP benar2 membuka lowongan secara fair dan terbuka atau tidak >? >> Atau iklan ini cuma untuk menjaring sebanyaknya CV dan menunjukkan bahwa >> proses rekrutmennya terbuka ? >> >> Sori kalau saya tanya soal ini, krn saya mengenal dengan baik cara >beberapa >> LSM, terutama yg berskala internasional / atau dibiayai oleh funding >asing, >> memakai cara ini untuk menunjukkan kepada funding-nya bahwa segalanya >> berlangsung terbuka. Tetapi mereka sebenarnya sudah memilih nama siapa >yang >> bakal duduk di posisi itu. >> >> Sori ya, jangan ada yang tersinggung nih. >> >> iggm-adi/tempo. >> >> >> >> >> >> >> At 07:43 AM 1/14/04 +0700, you wrote: >> > >> >----- Original Message ----- >> >From: "Raphael Bille" <[EMAIL PROTECTED]> >> >To: "Raphael Bille" <[EMAIL PROTECTED]> >> >Sent: Monday, January 05, 2004 11:15 AM >> >Subject: [NGO-DFF-initiative] Vacancy in UNDP-Jakarta (National) >> > >> > >> >> Dear colleagues, >> >> >> >> UNDP Jakarta is opening the position of National Coordinator, Small >> >> Grants Programme for Operations to Promote Tropical Forests (to be >> >> launched in Indonesia in the next few weeks). This regional programme >is >> >> fully funded by the European Commission, executed by SEAMEO Regional >> >> Center for Graduate Study and Research in Agriculture (Philippines) and >> >> implemented by UNDP Country Offices in Asia. >> >> >> >> You will please find attached the vacancy announcement, which is also >> >> available on our website (http://www.undp.or.id/jobs/index.asp). Please >> >> feel free to circulate the announcement to anyone interested, with >> >> high-level and appropriate qualifications. >> >> Deadline for submission of applications: 16/01/2004. >> >> >> >> Thanking you in advance, and wishing you a very happy new year, >> >> Raphael Bille. >> >> >> >> >> >> >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> To visit your group on the web, go to: >> >> http://groups.yahoo.com/group/NGO-DFF-initiative/ >> >> >> >> To unsubscribe from this group, send an email to: >> >> [EMAIL PROTECTED] >> >> >> >> Your use of Yahoo! Groups is subject to: >> >> http://docs.yahoo.com/info/terms/ >> >> >> >> >> > >> > >> >Yahoo! Groups Links >> > >> >To visit your group on the web, go to: >> > http://groups.yahoo.com/group/communitygallery/ >> > >> >To unsubscribe from this group, send an email to: >> > [EMAIL PROTECTED] >> > >> >Your use of Yahoo! Groups is subject to: >> > http://docs.yahoo.com/info/terms/ >> > >> > >> >Attachment Converted: C:\EUDORA\ToRsforP.doc >> > >> >> >> >> >> >> Yahoo! Groups Links >> >> To visit your group on the web, go to: >> http://groups.yahoo.com/group/communitygallery/ >> >> To unsubscribe from this group, send an email to: >> [EMAIL PROTECTED] >> >> Your use of Yahoo! Groups is subject to: >> http://docs.yahoo.com/info/terms/ >> >> > > > > > > >Yahoo! Groups Links > >To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/communitygallery/ > >To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > >Your use of Yahoo! Groups is subject to: > http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/communitygallery/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/0FHolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/communitygallery/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
