Kompas, Selasa, 12 Januari 1999

Upaya Pelestarian di Tengah Krisis

TENTU bukanlah kabar baru, Indonesia termasuk negara yang
kekayaan hayatinya terbesar di dunia. Juga sudah banyak disebut,
kekayaan hayati ini bakal menjadi korban krisis terbesar karena bisa
dieksploitasi habis-habisan untuk membayar utang.

Namun yang tak banyak disebut, upaya apa yang dilakukan untuk
menjaga jangan sampai keanekaan hayati ini dieksploitasi,
syukur-syukur bisa dilestarikan. Salah satu lembaga independen
yang didirikan untuk melestarikan dan memanfaatkan keanekaan
hayati ini adalah Yayasan Keanekaan Hayati (Kehati), yang didirikan
12 Januari 1994.

Dipimpin oleh Emil Salim, Kehati yang memanfaatkan dana abadi
dari Pemerintah AS melalui USAID, berupaya menguatkan kelompok
swadaya masyarakat untuk mengatur dirinya dalam pengembangan
keanekaan hayati.

Ini penting, mengingat gabungan krisis dengan kemiskinan akibat
krisis ekonomi, kian membahayakan upaya pelestarian keanekaan
hayati. Tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya ini, perlu
diantisipasi agar kekayaan hutan, laut, dan alam Indonesia dapat
diselamatkan.

Oleh karena itu, pada periode 1998-2003 Yayasan Kehati
mengembangkan misi peningkatan upaya konservasi keanekaan
hayati, mendukung pemberdayaan masyarakat, mendukung
kebijakan dan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan, mendorong
kerja sama internasional untuk pemanfaatan dan pelestarian
keanekaan hayati, serta menggalang dukungan terhadap
program-program Kehati.

Ini yang antara lain diimplementasikan dengan mendanai kegiatan
Kelompok Kerja Perempuan Agrokompleks (KKPA) Yogyakarta
dalam program konservasi ex-situ keanekaan tanaman pangan lokal.
Dampaknya kini terasa dengan keberhasilan penduduk Dusun
Brongkol menanam dan menjual hasil tanaman garutnya. 

Kehati juga membantu Gita Pertiwi dengan kegiatannya
mengkonservasi kacang-kacangan jenis lokal di Wonogiri, Solo.
Sementara di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Kehati membantu
Paguyuban Ngudi Waras memasyarakatkan budi daya dan
pemanfaatan tanaman obat. 

Namun perjalanan memang masih panjang. Pemanfaatan dan
konservasi hutan yang berlebihan, masih terus berlangsung. Pada
ulang tahunnya yang kelima, Yayasan Kehati sebaiknya memang
tak hanya menfokuskan diri pada kelompok swadaya, tetapi juga
bisa mengadvokasi pemerintah agar melestarikan sumber daya
alamnya. (nes) 









___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke