Gimana mau bikin Indonesia town kalau nggak kompak ?. Apalagi untuk makan
sekarang di tanah air aja susah, terus darimana ongkos untuk menetap disana ?

Wassalam,

Rahendrawan - cohort 6

Djuni Pristiyanto wrote:

> SUARA PEMBARUAN DAILY
>
> Indonesia Miliki Spesies Tanaman Obat Terbesar
>
> JAKARTA- Indonesia sebenarnya negara terbesar kedua di dunia yang memiliki
> spesies tanaman bahan obat- obatan tradisional atau jamu. Negara terbesar
> adalah Brasil yang memiliki ribuan spesies tanaman untuk obat- obatan.
>
> Kepemilikan spesies tanaman itu bisa dilestarikan, bila hutan-hutan kita
> tidak dibabat habis dan budidaya berbagai tanaman yang bermanfaat untuk
> bahan jamu segera dilaksanakan.
>
> Sebab banyak tanaman bahan jamu ditemukan di batang- batang pohon ditepi
> hutan atau di padang alang- alang. Misalnya tanaman pagayangan dan alang-
> alang, yang terdapat di tepi hutan dan bermanfaat untuk obat darah tinggi,
> tutur Irwan Hidayat seorang farmakolog dan direktur utama perusahaan jamu
> yang pabriknya ada di Semarang dengan kantor pusat di Jakarta.
>
> Banyak tanaman bahan jamu di Indonesia itu malah dimanfaatkan negara lain
> dan dibudidayakan, khususnya di RRC. Misalnya linci, tanaman yang
> mengandung bahan untuk obat kanker, demikian pula kumis kucing yang bisa
> mengobati penyakit diabetes yang sering diburu orang- orang Jerman bila
> berkunjung ke Indonesia.
>
> RRC pada tahun 1965 lalu, sudah meneliti mengenai linci tersebut. Dan
> sekarang mereka membudidayakan dan mempunyai perkebunan yang amat luas
> untuk bahan pembuat obat kanker tersebut. Obat tradisional RRC juga dikenal
> luas di dunia dan terkenal amat manjur.
>
> Sebenarnya kemanjuran obat tradisional itu sama saja di mana-mana. Hanya
> RRC lebih populer, karena promosinya yang hebat, tutur Irwan Hidayat lebih
> lanjut.
>
> Coba bayangkan hampir di tiap kota besar di dunia pasti ada bagian "Cina
> Town". Di bagian inilah digunakan untuk promosi besar- besaran segala macam
> yang tradisional yang berasal dari cina. Obat cinanya, yang didampingi
> dengan silat cina, sutera , keramik dan lain- lain. Hal inilah yang
> menyebabkan obat cina sangat terkenal dan diburu orang- orang.
>
> "Indonesia Town"
>
> Andaikata pemerintah Indonesia menumbuhkan situasi kondusif dan mendukung
> dengan mendirikan bagian "Indonesia Town" di berbagai kota besar di dunia,
> maka ciri khas Indonesia akan dikenal. Misalnya dalam "Indonesia Town"
> pasti ada batik, jamu, kerajinan tangan, anyaman , ukir- ukiran dan lain-
> lain, maka jamu Indonesia pasti diburu banyak orang.
>
> Dalam hal tanaman untuk bahan obat- obatan/jamu, Indonesia hanya bisa
> membudidayakan tanaman berkhasiat jamu yang bisa dipanen dalam waktu 4- 5
> bulan. Kalau tanaman berumur lebih dari itu tidak bisa, dan akan rugi
> membudidayakannya. Seperti gingseng yang baru bisa dipanen setelah berumur
> 5 tahun, maka Indonesia akan rugi bila membudidayakannya. Lagipula Gingseng
> hanya tumbuh di daerah yang mempunyai 4 iklim (panas, semi, dingin, gugur).
>
> Sebab itu jamu yang mengandung gingseng, lebih baik bahan ginsengnya
> mengimport saja.
>
> Prospek jamu sebenarnya cukup cerah, apalagi pada masa krismon
> berkepanjangan ini, orang mulai hati- hati menjalani hidup. Daripada ke
> dokter dengan biaya mahal apalagi beli obat- obatannya. Andaikata merasa
> sakit sekarang berusaha menjadi self medication (mengobati sendiri) dengan
> menggunakan jamu- jamu tadi.
>
> Citra Jamu
>
> Memang citra jamu bagi kaum kelas menengah ke atas, kurang menarik. Sebab
> rasa yang pahit, kemasan yang kurang bagus, atau terasa tampak kotor dan
> suram.
>
> Karena itu pabrik jamu harus membenahi diri dengan membuat kemasan yang
> menarik, bersih dan pabriknya harus "ramah lingkungan", serta produksinya
> harus CPOB (Cara Pembuatan Obat Baik). Pabrik yang ramah lingkungan artinya
> mendapatkan standarISO 14000. ''Sudah banyak negara di Timur Tengah dan
> Afrika yang tertarik dengan produksi jamu- jamu kita,'' tutur Irwan Hidayat
> lebih lanjut. (B-9)
>
> The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
>
> Last modified: 1/21/99
>
> ___________________________________________________________________
> Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
> Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
>
> BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]



___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum

BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke