BERITA LINGKUNGAN 09/02/1999

Republika Online edisi: 09 Feb 1999

http://www.republika.co.id/9902/09/6060

        Penduduk Mengamuk, Tebangi Ratusan Pohon Jati

CILACAP -- Penangkapan enam truk bermuatan kayu jati ilegal
tiga hari lalu oleh petugas Polhut Perhutani dan Polres Cilacap
Jateng ternyata berbuntut panjang. Ribuan penduduk yang
kecewa atas penangkapan itu mengamuk. Pada Sabtu hingga
Ahad kemarin mereka melakukan pembabatan hampir 800
pohon jati yang berada di petak 42 RPH Gandrungmanggu
BKPH Sidareja Cilacap.

Sampai kemarin (8/2), aksi pembabatan pohon jati masih
berlangsung secara sporadis. Sehingga aparat keamanan dari
Polsek dan Koramil tampaknya tidak berdaya untuk mengatasi
aksi tersebut.


http://www.republika.co.id/9902/09/6016.htm

        Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia Terbentuk

BOGOR -- Sebanyak 36 profesional dari beberapa bidang
yang mengaku punya perhatian terhadap kehidupan satwa liar
sepakat membentuk forum yang dinamakan Forum Konservasi
Satwaliar Indonesia (FOKSI). ''FOKSI dibentuk sebagai salah
satu wujud kepedulian kami terhadap kelangsungan hidup satwa
liar yang merupakan bagian sangat penting dari ekosistem
kehidupan,'' kata Tony Sumampou, ketua Presidium FOKSI
pada pernyataan hari kelahiran FOKSI, Jumat (5/2) silam.

FOKSI lahir dari workshop Konservasi Satwa Liar II yang
diadakan di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, 4-6
Februari 1998. Workshop pertama diselenggarakan di tempat
yang sama akhir Desember tahun silam.


http://www.republika.co.id/9902/09/6017.htm

        Sistem Gaduh Kambing Selamatkan Anak dari Putus Sekolah

YOGYAKARTA -- Sistem gaduh kambing yang diterapkan
IKIP Negeri Yogyakarta kepada masyarakat di Gunungkidul
ternyata dapat menyelamatkan anak putus sekolah. Sistem yang
telah dilaksanakan sejak tahun 1995 lalu dengan menggaduhkan
kambing betina sebanyak 40 ekor induk, dan telah berkembang
menjadi 200 ekor induk. Kambing tersebut digaduhkan kepada
keluarga pra sejahtera dan sejahtera I yang mempunyai anak
usia sekolah (6-15 tahun).


http://www.republika.co.id/9902/09/6012.htm

        Ramalan BMG Sering Kurang Tepat

JAKARTA -- Kualitas hasil prediksi cuaca sangat dipengaruhi
kelengkapan fasilitas stasiun cuaca dan peralatannya.
Masalahnya, peralatan dan fasilitas peramalan cuaca yang
dimiliki Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) saat ini yang
sangat terbatas. ''Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi kualitas
prediksi cuaca yang dihasilkan oleh BMG,'' kata Kepala BMG
Ir Sri Diharto MSc.


http://www.tempo.co.id/majalah/index-isi.asp?rubrik=lin&nomor=1

TEMPO OnLine, NO.18/XXVII/1 - 8 Feb 1999 

        Yang Tersisa dari Kerajaan Rama-Rama

Diperkirakan, hampir setengah dari 270 jenis kupu-kupu
Bantimurung punah akibat perburuan liar. Untuk saat ini,
penangkaran yang dilakukan masyarakat adalah model
pelestarian terbaik.

Ketika surya bersinar dengan teriknya dan lingsir menjelang sore, pesisir
kolam di bawah air terjun yang lembap itu mempertontonkan
pemandangan memukau, berbintik ribuan kupu-kupu�oranye, kuning,
putih, biru, hijau�mengusik kembang mawar, lalu membubung ke
angkasa, menggumpal bagai awan warna-warni."

Panorama surgawi itu berasal dari catatan Alfred Russel Wallace dalam
bukunya yang terkenal, The Malay Archipelago. Lebih dari seabad lalu,
1856, ahli serangga Inggris ini menginjakkan kakinya di
Bantimurung�nama ini berarti "jangan melamun"�yang terletak di
Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dan ia terperangah. Di hadapan
matanya terhampar sebuah "kerajaan kupu-kupu". Ribuan ekor
rama-rama, yang diperkirakan Russell terdiri dari paling sedikit 270 jenis,
beterbangan di udara.


___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke