Dana Reeve terlahir sebagai Dana Charles Morosini di New Jersey pada
17 Maret 1961. Ia lulus dari dari Middlebury College di Vermont dengan
predikat Cum Laude dalam bidang Sastra Inggris. Di bidang seni ia
pernah belajar di Royal Academy of Dramatic Art di London dan kemudian
ia meneruskan ke California Institute of the Arts. Ia adalah seorang
aktris,
penyanyi, penulis buku, dan aktivis bagi orang-orang cacat. Pada bulan
April 1992 ia menikah dengan pemeran Superman, Christopher Reeve, dan
dikarunia seorang anak bernama William Elliot Reeve. Ia dan suaminya
mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Middlebury College pada
tahun 2004.

Sebagai seorang isteri Dana Reeve menikmati kebahagiaan pernikahan
yang normal hanya sampai 27 Mei 1995, sekitar 3 tahun, yaitu sampai
Christopher Reeve terjatuh dari kuda yang menyebabkan bagian tubuhnya
lumpuh dari leher ke bawah. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa
suaminya selalu ada di kursi roda. Banyak bantuan keuangan mengalir
datang kepada Chris dan Dana. Mereka menyatakan bahwa biaya perawatan
kesehatannya telah ditanggung pihak asuransi, sehingga uang yang
diterima kemudian dimasukkan dalam dana
yayasan yang ia dirikan, Christopher Reeve Foundation, yang menolong
riset bagi kesembuhan sakit lumpuh dan upaya-upaya meningkatkan
kualitas hidup orang-orang cacat. Uang yang terkumpul di yayasan itu
sampai saat ini lebih dari US $ 63 juta.

Cinta kasih Dana terhadap suaminya, Chris, dibuktikan dengan
kesetiaannya merawat suaminya tanpa bersungut-sungut. Saat itu usia
Dana baru 34 tahun,
usia yang masih membutuhkan romantisme pernikahan. Ia menjalani
kehidupan rumah tangganya dengan normal, meskipun ia sebenarnya
membutuhkan kasih sayang yang utuh dari seorang suami: jasmani, jiwani
dan rohani.

Cinta kasih Dana merupakan cinta kasih sorgawi. Cinta kasih Dana
membuktikan bahwa kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih itu
tidak sombong. Kasih Dana terhadap suaminya tidak mencari keuntungan
diri sendiri. Kasih Dana menutupi segala sesuatu, percaya segala
sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala
sesuatu. Mestinya seorang isteri yang kebutuhan rohani dan jasmaninya
tidak terpenuhi akan sakit hati atau kecewa atau marah. Namun Dana
sebaliknya, karena ia memiliki kasih yang tidak bersyarat, kasih yang
berfokus menyenangkan suaminya, kasih yang tidak hitung-hitungan,
kasih yang tidak egois.

Sebagai seorang ibu, Dana adalah ibu teladan. Ia tidak kecewa atau
melampiaskan kekecewaan karena memiliki seorang suami yang
cacat-lumpuh- tanpadaya kepada anaknya. Ia membesarkan anaknya dengan
baik, terbukti
ketika pada tahun 2005 ia meraih gelar "Mother of The Year Award" dari
American Cancer Society karena dedikasinya dan ketabahannya dalam
membesarkan anaknya setelah kematian suaminya.

Sejak suaminya lumpuh bahkan Dana Reeve menjadi seorang pembicara
motivasi dan aktivis bagi kehidupan orang-orang lumpuh yang
berkualitas.

Kehidupan Dana Reeve menjadi model seorang isteri yang tabah
menghadapi suaminya yang cacat. Ketika suaminya meninggal pada 10
Oktober 2004, setelah dirawat selama kurang lebih 9 tahun. Pada
penguburan suaminya, Dana
berkata bahwa, "Dahulu kita berikrar di muka altar ketika pernikahan
kita bahwa kita berjanji selalu setia, pada waktu senang dan susah,
pada waktu sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kita. Namun aku
berkata di depan jenazahmu, bahwa meskipun maut telah memisahkan kita,
aku tetap setia kepadamu. Engkaulah satu-satunya suami dalam hidupku."

Janji setia Dana Reeve dibuktikan sampai akhir hayatnya. Ia tidak
menikah lagi, meskipun pada waktu itu usianya baru 43 tahun. Dana
meninggal pada 6 Maret 2006 karena sakit kanker paru-paru, sekitar 2
tahun setelah kematian suaminya.

Kesetiaan Dana Reeve terhadap suaminya membuktikan kisah kasih yang
luar biasa dari seorang istri di kalangan dunia selebritis. Ia tetap
setia kepada
almarhum suaminya meskipun ia cantik, kaya, dan cerdas serta gampang
menikah lagi kalau ia mau. Kesetiaan Dana menjadi inspirasi bagi
banyak orang yang saat ini melihat perceraian dan perselingkuhan
sebagai hal yang lumrah dan biasa sehingga semakin merajalela.

 

Kirim email ke