Kiriman dari tetangga sebelah...........................
Untuk yang sudah berhaji sebagai bahan renungan ......... untuk yang mau dan 
akan berhaji bisa untuk persiapan agar ibadahnya tidak 
sia-sia.......................



> HAJI MABRUR
> Haji mabrur adalah dambaan dan cita-cita setiap muslim yang melaksanakan 
> haji. Tetapi pertanyaannya apa itu haji mabrur? Banyak orang menafsirkan 
> bahwa haji mabrur adalah haji yang ditandai dengan kejadian-kejadian aneh dan 
> luar biasa saat menjalani ibadah tersebut di tanah suci. Kejadian ini lalu 
> direkam sebagai pengalaman ruhani, yang paling berkesan.
> Bahkan kadang ketika ia sering menangis dan terharu dalam berbagai kesempatan 
> itu juga dianggapnya sebagai tanda dari haji mabrur. Imam Al Ashfahani 
> menyebutkan haji mabrur artinya haji yang diterima (maqbul) (lihat mufradat 
> alfadzil Qur> '> an, h. 114).
> Tapi apa tanda-tandanya?
> Mabrur diambil dari kata al birru (kebaikan). Dalam sebuah ayat Allah swt 
> berfirman: > "> lantanalul birra hatta tunfiquu mimma tuhibbun. Kamu tidak 
> akan mendapatkan kebajikan sehingga kamu menginfakkan sebagian apa yang kamu 
> cintai> "> . QS.3:92. Ketika digandeng dengan kata haji maka ia menjadi sifat 
> yang mengandung arti bahwa haji tersebut diikuti dengan kebajikan.
> Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang mengantarkan pelakunya menjadi 
> lebih baik dari masa sebelumnya. Al Qur> '> an juga menggunakan kata al birru 
> untuk pengabdian yang terus menerus kepada orang tua wabarraan biwalidati. 
> QS. 19:32. Orang-orang yang selalu mentaati Allah swt dan menjauhi segala 
> yang dilarang disebut al abraar, kelak mereka dihari kiamat akan ditempatkan 
> di surga. > "> Innal abraara lafii na> '> iem> "> . QS.82:13. Bila digabung 
> antara ayat ini dengan hadits Rasulullah: > "> Al hajjul mabrrur laisa lahuu 
> jazaa illal jannah.> ">  HR Bukhari, nampak titik temu yang saling 
> melengkapi, bahwa haji mabrur akan selalui ditandai dengan perubahan dalam 
> diri pelakunya dengan mengalirnya amal saleh yang tiada putus-putusnya. Bila 
> setelah berhaji seseorang selalu berbuat baik, sampai ia menghadap Allah swt, 
> maka jelas ia akan tergolong kelompok al abraar dan pahala yang akan kelak ia 
> dapatkan adalah surga.
> Beradasarkan pembahasan di atas bahwa untuk mencapai haji mabrur ada beberapa 
> persyaratan yang harus dipenuhi:
> Pertama, niat yang ikhlas karena Allah swt, bukan karena ingin dipuji orang 
> dan berbangga-bangga dengan gelar haji. Seorang yang tidak ikhlas dalam 
> beramal apapun termasuk haji, Allah swt akan menolak amal tersebut sekalipun 
> di mata manusia ia nampak begitu agung dan mulia.
> Kedua, bekalnya harus halal. Haji yang dibekali dengan harta haram pasti 
> Allah swt tolak. Rasulullah saw bersabda: > "> Sesunguhnya Allah baik dan 
> tidak menerima kecuali yang baik. Di akhir hadits ini Rasulullah 
> menggambarkan seorang musafir sedang berdo> '> a tetapi pakaiannya dan 
> makanannya haram, maka Allah tidak akan menerima doa tersebut.> ">  HR. 
> Muslim. Demikian juga ibadah haji yang dibekali dengan harta haram.
> Ketiga, Dari niat yang ikhlas dan bekal yang halal akan lahir syarat yang 
> ketiga: istiqamah. Istiqamah artinya komitmen yang total untuk mentaati Allah 
> swt dan tunduk kepada-Nya, bukan saja selama haji, melainkan kapan saja dan 
> di mana saja ia berada. Haji tidak akan bermakna jika sekembalinya dari tanah 
> suci, seorang tidak menyadari identitas kehambaanya kepada Allah swt. 
> Tuntunan syetan kembali diagungkan. Merebut harta haram dan kemaksiatan 
> menjadi kebiasaannya sehari-hari. Bila ini yang terjadi, bisa dipastikan 
> bahwa hajinya tidak mabrur. Karena haji mabrur akan selalu diikuti dengan 
> kebajikan. Pribadi yang istiqamah setelah menjalankan ibadah haji, akan 
> selalu tenang. Tidak plin-plan. Perilakunya jelas tidak berwarna-warni 
> seperti bunglon. Apa yang Allah swt haramkan senantiasa ia hindari, dan apa 
> yang diwajibkan selalu ia tegakkan secara sempurna.
> Allah swt mengajarkan bahwa hanya iman dan harta halal yang bisa membuat 
> seseorang selalu istiqamah mentaati-Nya. QS. 2:172, 23:51.> 
> Istiqamah mempertahankan nilai-nilai haji, dan menahan diri dari segala 
> bentuk kemungkaran sekecil apapun.
> Seseorang yang naik haji akan di sebut haji mabrur setelah ia nampak bahwa 
> hidupnya lebih istiqamah dan kebajikannya selalu bertambah sampai ia 
> menghadap Allah SWT. Wallahu a> '> lam bishshawab. 
> 

Kirim email ke