Ha... ha...ha.. brilliant ini orang!

Dari surat pembaca KORAN TEMPO, Rabu/3 Juni 2008

Pekerjaan untuk Anggota FPI

Saya sangat prihatin menyaksikan aksi keras dan brutal anggota Front
Pembela Islam yang menyerang kaum wanita dan anak-anak pada acara apel
Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monumen
Nasional, Jakarta, Ahad lalu.

Meski demikian, saya sangat salut dengan keberanian dan kekuatan fisik
para anggota FPI selama ini. Saya punya saran, bagaimana kalau keberanian
dan kekuatan fisik para anggota FPI ini diarahkan untuk hal-hal yang lebih
positif dan tidak merugikan orang-orang yang tidak berdosa.

Pemerintah atau swasta, misalnya, bisa menghimpun para anggota FPI ini
untuk dididik menjadi petinju, pegulat, atlet karate, pejudo, atau pesilat
yang tangguh dan profesional. Bisa juga mereka dipekerjakan di
bidang-bidang pekerjaan yang memang membutuhkan keberanian dan kekuatan
fisik, semisal penjaga gunung berapi, pawang buaya, penjaga hutan, pemain
pengganti untuk film laga, petugas pemadam kebakaran, pembersih gedung
bertingkat, atau pemasang kabel listrik tegangan tinggi.

Aksi kekerasan yang selalu dipertontonkan anggota FPI mungkin saja karena
selama ini mereka tidak memiliki bidang pekerjaan yang tepat untuk
menyalurkan potensi keberanian dan kekuatan fisik yang mereka miliki.

Yanti Herlina
Cimacan, Cipanas
Cianjur



Wahyu Susilo
Head of Advocacy and Networking Division
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
Jl. Mampang Prapatan XI/23 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp: 62-21-79196721-22, Fax: 62-21-7941577
E-mail: [EMAIL PROTECTED], Website: www.infid.org





[Non-text portions of this message have been removed]


Dari surat pembaca KORAN TEMPO, Rabu/3 Juni 2008

Pekerjaan untuk Anggota FPI

Saya sangat prihatin menyaksikan aksi keras dan brutal anggota Front Pembela
Islam yang menyerang kaum wanita dan anak-anak pada acara apel Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monumen Nasional,
Jakarta, Ahad lalu.

Meski demikian, saya sangat salut dengan keberanian dan kekuatan fisik para
anggota FPI selama ini. Saya punya saran, bagaimana kalau keberanian dan
kekuatan fisik para anggota FPI ini diarahkan untuk hal-hal yang lebih
positif dan tidak merugikan orang-orang yang tidak berdosa.

Pemerintah atau swasta, misalnya, bisa menghimpun para anggota FPI ini untuk
dididik menjadi petinju, pegulat, atlet karate, pejudo, atau pesilat yang
tangguh dan profesional. Bisa juga mereka dipekerjakan di bidang-bidang
pekerjaan yang memang membutuhkan keberanian dan kekuatan fisik, semisal
penjaga gunung berapi, pawang buaya, penjaga hutan, pemain pengganti untuk
film laga, petugas pemadam kebakaran, pembersih gedung bertingkat, atau
pemasang kabel listrik tegangan tinggi.

Aksi kekerasan yang selalu dipertontonkan anggota FPI mungkin saja karena
selama ini mereka tidak memiliki bidang pekerjaan yang tepat untuk
menyalurkan potensi keberanian dan kekuatan fisik yang mereka miliki.

Yanti Herlina
Cimacan, Cipanas
Cianjur

Wahyu Susilo
Head of Advocacy and Networking Division
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
Jl. Mampang Prapatan XI/23 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp: 62-21-79196721-22, Fax: 62-21-7941577
E-mail: [EMAIL PROTECTED]org, Website: www.infid.org

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke