Beberapa tahun yang lalu, para bankir kita, begitu tersisih dengan "kehebatan" 
para bankir ex asing seperti ini ... ternyata nama institusi seperti 
bankir-bankir ex amerika ini keropos juga ya .. he he he ..


korban iming-iming
Ratusan Juta Rupiah Lenyap Setika
Kamis, 16 Oktober 2008 | 00:20 WIB 
Simon Saragih
Sebagai nasabah Citigold, Citibank Jakarta, Vincent Lingga, tak merasa akan 
terjebak kerugian Rp 450 juta. Tanggal 15 September, hari kebangkrutan Lehman 
Brothers, mungkin salah satu hari tergelap yang akan selalu dia kenang.

Dunia seperti gelap baginya begitu muncul berita bahwa Lehman Brothers 
bangkrut. Ingatannya segera tertuju ke produk investasi bernama Principal 
Protected Notes dengan nilai 50.000 dollar AS, yang ditandatangani pada Juni 
2007.

Produk investasi ini adalah keluaran Lehman Brothers yang dipasarkan oleh 
Citibank. "Saya tidak menyangka akan jadi begini. Bayangan saya, selama ini 
saya dan nasabah Citigold yang lain dilayani begitu baik," kata Vincent.

"Salah satu hal yang tertancap di benak saya ketika produk itu ditawarkan 
adalah brand Citibank, yang melekat dengan kualitas dan profesionalisme," kata 
Vincent, seraya mengatakan investasi itu ada pilihan dan risiko yang dia 
sadari. Dia tidak semata-mata hendak menyalahkan Citibank, tetapi paling tidak 
akan menjadi semacam edukasi bagi pihak lain. Istilahnya, korban-korban lain 
agar tidak muncul lagi terjadi masa datang.

"Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada keterangan 
yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan bagi nasabah yang 
canggih," kata Vincent, yang merasa tidak canggih mengkalkulasikan risiko. 
Kekecewaan saya, kata Vincent, keterangan itu baru diberikan setelah dana 
diserahkan dan perjanjian investasi sudah ditandatangani.

"Saya kira pihak kami sudah menjelaskan soal itu semua," kata Irene 
Niwarlangga, relationship manager Citibank, yang melayani Vincent untuk 
menginvestasikan dananya ke produk Lehman Brothers itu.

Ada pihak lain yang juga jadi korban produk Lehman Brothers, namun minta 
namanya tidak disebutkan. Dia juga merasa tidak akan terjebak dengan produk 
Lehman Brothers. Masalahnya produk itu ditawarkan lewat Citibank, yang dianggap 
telah melayani nasabah dengan baik selama ini.

Ditta Amarhoseya, bagian Humas Citibank, yang ditugasi menjawab semua 
pertanyaan soal para korban Lehman Brothers sedang cuti.

Korban Lehman Brother bukan saja perorangan. PT Bank BNI Tbk juga menyatakan 
memiliki investasi senilai 7,8 juta dollar AS pada Lehman Brothers. Hal itu 
disampaikan Sekretaris Perusahaan BNI, Intan Abdams Katoppo, dalam keterbukaan 
informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/10). Namun Intan tidak 
menerangkan bagaimana nasib dana sebesar 7,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 
75,66 miliar itu saat ini.

Gelisah

Korban-korban Lehman bukan saja di Indonesia. Chiu Hei-chun (72), warga 
Hongkong, menabung selama 50 tahun. Namun tabungan sebesar 520.000 dollar 
Hongkong itu ditabung untuk lenyap seketika karena Lehman Brothers bangkrut.

"Uang itu berharga bagi saya dan istri saya, untuk biaya perawatan kesehatan di 
hari tua dan biaya pemakaman kami suatu saat sehingga tidak membebani 
anak-anak," Chiu.

Kini Chiu dia tidak saja kehilangan uang, tetapi istrinya tidak mau berbicara 
padanya. "Saya biasa tidur empat jam sehari, namun saya tak bisa tidur sampai 
sekarang," kata Chiu, dikutip Reuters, Rabu (15/10). Dia adalah salah satu dari 
43.700 warga Hongkong, korban Lehman Brothers.

Awalnya, Chiu selalu menabung uangnya di dalam bentuk deposito. Nasib sialnya 
dimulai tiga tahun lalu. Karyawan bank tempat dia menabung membujuknya. 
Karyawan bank itu lebih ekstrem lagi, dengan gencar memberi jaminan bahwa 
produk Lehman Brothers aman.

"Saya sudah mengatakan pada karyawan bank itu bahwa saya tidak tahu apa-apa, 
dan saya memutuskan untuk menerima investasi itu hanya karena percaya 
sepenuhnya pada karyawan itu," kata Chiu, yang berprofesi sebagai pencuci 
piring di sebuah restoran di Hongkong.

Sekitar 600 warga Singapura juga turut jadi korban Lehan Brothers. Sama seperti 
Vincent dan Chiu, mereka juga memberi produk Lehman Brothers dari bank tempat 
mereka menyimpan dana.

"Mereka (para karyawan bank) tidak pernah menyebutkan bahwa produk itu adalah 
produk Lehman Brothers. Saat ditawarkan, saya sudah mengatakan saya takut pada 
bank-bank AS," kata Lin Ling, yang menanamkan dana 40.900 dollar AS di Lehman 
Brothers.

Saat ditawari produk itu pada Juli 2008, Lin mengatakan sudah mengetahui bahwa 
Lehman Brothers mulai menghadapi masalah. Namun mengatakan dia terus dikejar. 
Dia dan rekan-rekannya menunjukkan brosur produk investasi itu, yang sama 
sekali tidak menyebutkan itu produk keluaran Lehman Brothers.

"Saya tidak tahu bahwa itu adalah produk Lehman. Tak ada penjalasannya dalam 
bahasa China," kata Madam Lee (60), yang menuntut bank tempat dia 
menandatangani investasi itu, mengembalikan simpanannya, yang sudah dialihkan 
ke investasi Lehman Brothers.

Di Mumbai, India, Grace Varghese (50), juga sudah kehilangan 50.000 dollar AS. 
"Saya kini mengkonsumsi pil pereda tekanan darah," kata Varghese, yang mulai 
berinvestasi di bursa saham Mumbai empat tahun lalu. "Saya menangis kepada 
suami dan anak-anak. "Saya rugi! Saya rugi! Saya rugi!," kata Varghese.

  ----- Original Message ----- 
  From: Rony Amir 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 15, 2008 4:38 PM
  Subject: [exbe2de] FW: Lehman Brothers




   Joke mengenai  Lehman Brothers  


  Auditor's one line report on Lehman Brothers Balance sheet:

There are two sides to a Balance Sheet. ` - Left & the Right (Liabilities and 
Assets respectively)  " on the Left side there is nothing right, and on the 
right side there is nothing left '  
   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.8.0/1725 - Release Date: 10/14/2008 
9:25 PM

Kirim email ke