Kiriman dari milis tetangga, semoga bermanfaat...

> Subject: FW: Sang Maestro Matsushita
> To: 
> Date: Tuesday, October 28, 2008, 11:52 PM
> Kisah Sang Maestro Matsushita
> 
> Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi
> global'.
> Wall Street menukik tajam tak terkendali.
> Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa.
> 
> Saat itu, General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829
> karyawannya.
> Perusahaan besar maupun kecil bangkrut.
> 
> Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan.
> Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.
> 
> Malam menjadi gelap gulita.
> Kepanikan terjadi di mana-mana.
> Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari
> pabrik karena
> gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual.
> 
> Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan
> listrik
> bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan
> pabrik dan kantor
> dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.
> 
> Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang
> kurang di masa
> kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari, 7
> hari seminggu
> selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah
> yang
> membuatnya masih bernapas.
> 
> Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita
> mendengarkan
> laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk
> ketika
> manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya
> ?
> 
> "Kurangi produksi separonya, tetapi JANGAN mem-PHK
> karyawan. Kita akan
> mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi
> dengan
> meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari.
> 
> Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima
> sekarang,
> tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan
> meminta semua
> pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual
> semua barang
> yang ada di gudang."
> 
> Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi
> ekonomi itu
> sendiri. Koq bisa terjadi, yah ?
> 
> Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan
> mem-PHK
> karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena
> keyakinannya pada sang
> kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri
> karyawannya,
> akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada
> masa depresi
> ekonomi tersebut.
> 
> Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil
> yang manis
> 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia
> menuai buah
> kebajikannya sendiri.
> 
> Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur
> yang
> mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang
> untuk diadili
> karena keterlibatan mereka selama perang.
> 
> Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk
> Matsushita, mendapat
> tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi
> senjata dan
> logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut
> ditangkap.
> 
> Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan
> tanda tangan
> petisi pembelaan untuk Matsushita !!! Jenderal McArthur pun
> tercengang
> oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita.
> 
> Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum
> perang dunia kedua
> yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali
> Matsushita.
> 
> Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya
> sampai menjadi
> raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989
> pada usia 94
> tahun.
> 
> Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para
> pebisnis yang
> berduka cita. Presiden Amerika saat itu, George Bush
> (Senior), pun turut
> berduka.
> 
> Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas
> pengusaha
> yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi
> pribadi yang
> humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan.
> 
> Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang
> tetapi uang
> bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk
> melakukan
> kebajikan.
> 
> Itu sebabnya, beliau tidak pernah menggigit orang, main
> curang, atau
> merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita
> tidakjahat
> dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita
> dan kebaikan
> akan melindungi kita.
> 
> Bagaimana dengan kita ?


      

Kirim email ke