Rabu, 11/03/2009 17:23 WIB

Facebook, dari Networking Menjadi Not Working?
Ardhi Suryadhi - detikinet





Ilustrasi (Ist.)     <a
href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSER\
T_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img
src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT\
_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d' border='0' alt=''
/></a>    Jakarta -  Facebook sejatinya digunakan untuk
menjalin pertemanan atau networking. Namun dalam perkembangannya,
laksana candu, ada yang menggunakan situs jejaring sosial ini secara
berlebihan sehingga mengganggu aktivitas kesehariannya.

Hal inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran terbesar bos/pemilik
perusahaan ketika memutuskan melakukan pemblokiran. Yaitu karena takut
produktivitas karyawan menurun lantaran terlalu sering Facebook-an.

Awal kehadirannya di tengah persaingan situs jejaring sosial, Facebook
menggebrak dengan fitur-fiturnya yang dianggap revolusioner atau lain
dari yang lain.

Fitur yang paling terkenal di Facebook adalah tagging atau memberi tanda
tiap-tiap orang yang ada dalam foto tersebut sesuai dengan namanya
masing-masing.

Selain tagging, keunggulan Facebook yang lain adalah tersedia berbagai
aplikasi di situs ini dan fasilitas chatting. Sehingga jika ingin
chatting dengan teman, user tak perlu lagi membuka aplikasi baru.

Seorang karyawati yang berkantor di Jakarta Selatan bernama Kinan
mengaku, jika setiap hari datang ke kantor dan menyalakan komputer, maka
secara otomatis pasti bakal terbuka pula halaman Facebook miliknya.
"Soalnya sudah di-save page, jadi tak perlu login lagi," ujarnya kepada
detikINET, Rabu (11/3/2009).

Lain lagi dengan Yulia. Ia mungkin tergolong freak untuk Facebook-an.
Bagaimana tidak? Diakuinya, seringkali jika mengutak-atik ponsel yang ia
lakukan hanyalah mengecek Facebook, bukan untuk cek SMS atau telepon.

"Sepanjang hari memantau Facebook, tapi di sela-sela jam kerja. Sejumlah
aplikasi di Facebook juga sering dijajal," tukasnya.

Sementara menurut pengakuan pembaca detikINET bernama Arief Munandar,
dirinya malah bersyukur di perusahaan tempatnya bekerja Facebook
diblokir sejak 6 Maret lalu. Alasannya, karena dianggap mengganggu
produktivitas.

Bahkan bukan Facebook saja, situs lain seperti Friendster, situs trading
online hingga layanan blog juga menjadi korban pemblokiran. "Banyak
sekali pemain saham online di sini. Sering schedule saya kacau karena
terbentur dengan para pemain saham gadungan ini," ketusnya.

Promosi, Obama dan Caleg

Pun demikian, Facebook tak selalu dicitrakan negatif. Banyak pula
manfaat yang menyertai situs besutan Mark Zuckerberg ini.

Misalnya, Facebook dapat dijadikan sebagai media yang efektif untuk
melakukan promosi. Menurut pembaca detikINET yang berinisial 'Smote',
lewat Facebook, justru perusahaan bisa memanfaatkan karyawannya untuk
melakukan marketing produk mereka kepada jaringan teman karyawannya.

Jadi tak perlu lagi mencari massa untuk melakukan promosi. Penawaran
produk bisa dilakukan melalui jaringan pertemanan yang sudah tersedia di
Facebook.

Selain itu, bukti sahih yang telah terbukti manjur adalah ketika
Facebook dijadikan sebagai senjata oleh Barack Obama untuk memenangkan
pemilu memperebutkan kursi nomor satu di Amerika Serikat.

Saat itu, melalui account Facebook-nya, Obama berhasil menggalang
kekuatan hingga ratusan ribu pendukung yang mengusungnya untuk menjadi
presiden AS.

Cara ini pula yang coba dilakukan oleh para caleg Tanah Air untuk
mempromosikan dirinya sekaligus meminta dukungan. Mereka ada yang
membuat grup khusus, namun ada pula yang meng-add pengguna Facebook lain
satu per satu.   ( ash / faw )

Kirim email ke