--- On Tue, 10/3/09, rully agustiano <[email protected]> wrote:
From: rully agustiano <[email protected]> Subject: [biofir] FW: Kenapa Yahudi Pintar To: [email protected], "'FishyForum'" <[email protected]>, "'interindo'" <[email protected]> Date: Tuesday, 10 March, 2009, 8:51 AM -----Original Message----- From: Soraya [mailto:soraya-...@gr. sei.co.jp] Sent: Friday, March 06, 2009 3:05 PM To: rully agustiano Subject: Fw: Kenapa Yahudi Pintar FYI Soraya ----- Original Message ----- From: "sukarno" <designj-sik@ gr.sei.co. jp> To: "hendi" <hendi-...@gr. sei.co.jp>; "Evi Nur Sky" <evi...@yahoo. com>; <dono-...@gr. sei.co.jp>; "ekes" <ekes-...@gr. sei.co.jp>; "Eko Widyanto" <eko.widyanto@ bni.co.id>; <euissitinuraisyah@ yahoo.com>; "fajar" <fajar-...@gr. sei.co.jp>; "hendi" <hendi-...@gr. sei.co.jp>; <istiyadi_oke@ yahoo.com>; "muhammad-sik" <muhammad-sik@ gr.sei.co. jp>; "Puji-sik" <puji-...@gr. sei.co.jp>; <sidik-...@gr. sei.co.jp>; "Soraya-sik" <soraya-...@gr. sei.co.jp>; "Sumi-sik" <sumiyem-sik@ gr.sei.co. jp>; <xz...@yahoo. com>; "design-sik" <design-...@gr. sei.co.jp> Sent: Friday, March 06, 2009 10:42 AM Subject: Kenapa Yahudi Pintar > Kenapa Yahudi Pintar. > > Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen > menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel > karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya > melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan > tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?" > > Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang > menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa > sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada > mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? > > Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PhD-nya. Sekadar untuk Anda > ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus > mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. > > Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, > setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi > dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan > menyelesaikan soal bersama suami. > > Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa > buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat > diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. > > Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab, > "Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang > melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen > tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. > > Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu > mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang > Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung sang > ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. > > Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad > yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang. > > Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan > otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat > merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam > kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. > Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang mengandung > mengkonsumsi pil minyak ikan.. > > "Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, > perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang > sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi > atau fillet)." > > Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada > bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan > tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, > terutama badam. > > Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan > hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi > Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan > memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian > buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan > payah untuk memahami pelajaran di sekolah. > > Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah > Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh > Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah. > > Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin > dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada > gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak > (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang > mendalami bidang gen dan DNA. > > Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. > Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan > bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan > (code oil lever). > > Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata > mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak > kecil mereka telah dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu > kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat > meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. > > Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak > heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. > > Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar > matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di > dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di Calfornia, dalam > tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun kebelakang! > > "Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain > dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga > yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan berlari. Menurut teman > saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak > memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara." > > "Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini > murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk > menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu > dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau > yang diteliti itu berupa senjata, medis, dan teknik. Ide itu akan > dibawa ke jenjang yang lebih tinggi." > > "Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh > terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. > Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan > proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus jika > tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! > Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. " > > Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan > yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa > diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? > > Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita > di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab > sudah mengapa agresi Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin > memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. > > Seperti yang kita ketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban > tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang. Hampir > setengah darinya adalah anak-anak. > > Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target > anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan > 1429 Hijriah, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 > anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Qur'an. > > Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur'an ini menjadi sumber > ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam seusia muda itu mereka sudah > menguasai al-Qur'an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti > apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. > > Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal al-Qur'an. > Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan > mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada yang main > playstation atau game. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi > para penghapal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang > penjajah, sekitar 500 bocah penghapal al-Qur'an itu telah syahid. > > Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa > generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok > bisa jadi Indonesia. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura. > > Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Benarkah merokok > dapat melahirkan generasi "goblok"? Kata goblok diambil bukan dari > penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah > menemui beberapa bukti yang menyokong teori ini. "Lihat saja > Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. > "Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, > kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera mencium asap > rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar! Hasilnya! Dengan penduduk > berjumlah jutaan orang, ada berapa banyakkah universitas? Hasil apakah > yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat > berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu > sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga > berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Adakah > ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?" > > Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari > 2009/1 Rabiul Awal 1430H > > New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
