Langkah Cerdas Mengendalikan Tekanan Darah
Oleh : dr. Jessica Florencia
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memberikan kesulitan tersendiri bagi
penderita dan juga dokter yang merawat. Terkadang obat-obatan saja tidak cukup
untuk mengendalikan tekanan darah penderita hipertensi. Diperlukan juga
perubahan gaya hidup sehingga dapat membantu tubuh dan kerja obat-obatan untuk
mengendalikan tekanan darah. Bahkan, untuk beberapa kasus yang tergolong
ringan,
gaya hidup sehat dapat memberikan pengaruh yang cukup nyata untuk mengendalikan
tekanan darah.
1. Makan makanan bergizi dan seimbang serta perhatikan berat badan
Makanan-makanan seperti sayuran, buah-buahan, makanan rendah lemak dan rendah
kolesterol serta yang mengandung serat cenderung menurunkan tekanan darah.
Sedangkan berat badan yang melebihi kisaran ideal dapat menjadi faktor risiko
meningkatnya tekanan darah. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat,
maka akan lebih mudah untuk mengendalikan berat badan agar berada dalam kisaran
ideal.
1. Hindari makanan-makanan dengan kadar natrium tinggi
Natrium merupakan zat dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Terutama
terkandung dalam garam. Dengan mengurangi makanan-makanan yang mengandung
natrium, maka dapat menurunkan tekanan darah hingga 2-8 mmHg. Makanan-makanan
yang perlu diperhatikan adalah yang diproses dan diawetkan, seperti
snack/makanan ringan, makanan yang diasinkan, makanan siap saji. Selain itu
juga
perlu diperhatikan penggunaan garam dalam makanan agar tidak terlalu banyak.
1. Berolahraga teratur
Dengan berolahraga teratur, tekanan darah dapat diturunkan sekitar 4-9 mmHg
dalam beberapa minggu saja. Dianjurkan untuk berolah raga, setiap hari selama
30-60 menit untuk menjaga kesehatan dan mengendalikan tekanan darah.
1. Jangan Merokok
Merokok, selain memberikan banyak kerugian dalam kesehatan, namun juga
cenderung
meningkatkan tekanan darah seseorang. Bahkan mereka yang merupakan perokok
pasif
juga memiliki risiko mengalami hipertensi.
1. Hindari Kafein
Pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi yang berlebihan
dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Meskipun belum diketahui apakah
efeknya sementara atau permanen, namun konsumsi kafein dianjurkan untuk
dihindari bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
1. Hindari Stress
Stress dapat memicu peningkatan tekanan darah. Akan lebih baik jika seseorang
mengetahui sumber stressnya dan mencoba untuk mencari solusi untuk mengurangi
stress tersebut. Bila perlu, pertimbangkan bantuan profesional. Dengan
demikian,
seseorang akan menjadi lebih sehat secara psikis dan psikologis. Relaksasi
seperti pemijatan, yoga atau meditasi juga dapat membantu seseorang untuk lebih
santai.
1. Monitor Tekanan Darah
Penderita hipertensi perlu melakukan kontrol terhadap tekanan darahnya, baik di
rumah dan melalui kontrol ke dokter dengan jadwal yang telah disepakati. Hal
ini
penting untuk memantau perubahan tekanan darah kemungkinan terjadinya
komplikasi, monitor perubahan gaya hidup sehat dan juga mencakup pemantauan
keberhasilan pengobatan.
1. Miliki Kelompok Pendukung
Hipertensi merupakan penyakit yang melekat sepanjang hidup sehingga
pengendalian
tekanan darah menjadi sangat penting. Untuk itu, memiliki kelompok pendukung,
seperti keluarga dan teman-teman untuk senantiasa mengingatkan dan memberikan
dukungan moral.[](JF)