Cara berpikirnya cak parno lebih mudah dicerna ....
-----Original Message-----
From: suparno [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, May 20, 2005 4:35 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Re: Cara berpikir orang kaya
Seandainya sampeyan mau membaca buku ini tahun kemarin saja, mungkin...tetap
di Bandung.
-----Original Message-----
From: Hinaldi, Dedi [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, May 20, 2005 4:32 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Cara berpikir orang kaya
Cara berpikir orang kaya
Seringkali saya mendengar gerutuan orang-2 yang mengatakan bahwa dunia
ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap
miskin. Orang yang miskin acapkali berkata, seandainya mereka diberi
kesempatan, mereka juga bisa kaya. Atau kalau mereka punya modal yang
banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah
modal bisa membuat orang kaya ? Banyak orang yang menang undian
berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak
dikelola dengan baik.
Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari
cara anda memandang uang. Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan
lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda
adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup
puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya.
Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya
dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR. Nah,
cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya ? Yang pertama adalah
masalah tabungan (saving). Orang miskin berpikir menabung di tempat yang
aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman.
Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah
tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak
cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan
jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu. Sedang tempat menabung yang
nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui
orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu
keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah
"Safe Risk, Stable Return", sedang orang kaya adalah "High Risk, High
Return".
Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan. Orang miskin sangat
mematuhi aturan "Jangan sampai besar pasak daripada tiang". Artinya,
seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5
juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih
sisa Rp 200 ribu untuk ditabung. Disisi lain, orang kaya jika mempunyai
pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja
lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta.
Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu
untuk ditabung. Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi
aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda. Orang miskin
melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan
pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu
meningkatkan pendapatannya.
Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama.
Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka
pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin
keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi
mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang. Sebaliknya, semakin
keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang
serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya
dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin
mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall
karena sibuk bekerja.
Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan. Seringkali jika kita
menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau
hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan
untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai
rejeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada
investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu.
Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga. Orang
miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal
awalnya habis dan tidak memperoleh bunga. Sebaliknya, orang kaya lebih
bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama,
namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga.
Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya
?
(artikel pernah dimuat di majalah Investor edisi Maret 2004)
Salam Sukses!
=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Cara kaya lewat Internet
http://www.bisnis-invest.com
=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/EHLuJD/.WnJAA/cUmLAA/MknplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KETERTIBAN (K3) ADALAH SALAH SATU CIRI MASYARAKAT
PEKANBARU
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kota-bertuah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by MailMarshal - For more information please visit www.marshalsoftware.com
