Nah ini dia Pak Joko Wintolo keluar sarang dgn berita yang mengejutkan.
Mungkin berita ini tidak lebih dari sekadar berita selebriti lain tetapi
kalau dicermati lebih jauh justru mencerminkan kondisi faktual bangsa
kita saat ini.
Bagaimana tidak? disini terlihat jelas bahwa - walaupun dalam skala
kecil -demikian rukunnya berbagai pilar bangsa ini yaitu antara kriminal
(peti), artis, penegak hukum dan ulama. Betul2 luar biasa pengusaha kita
yang satu ini. Di saat kita semua serius membicarakan hutan lindung, Pak
Haji Aman malah mencari perlindungan di hutannya Cucu Cahyati.
Pesan saya kepada Pak Joko agar ber-hati2lah karena sampeyan sekarang
sudah wara-wiri di dekat2 Haji Aman, maka jangan sampai ketularan
PETI-nya tetapi boleh saja ketularan kawin dengan artis. Kebetulan masih
ada satu yang nganggur yaitu Deasy Ratnasari, modalnya cukup cincin dari
Martapura.
Regards, Indra
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Wintolo, Joko
Sent: Tuesday, July 12, 2005 10:23 AM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Re: Nasib Tambang di Hutan Lindung "Virus free by ITP
ScanMail" "Virus free by ITP Scan Mail"
Minggu, 10 Juli 2005 04:10:29
Cucu Disunting Pengusaha Banjar
BARU saja menjanda, artis dangdut terkenal Cucu Cahyati binti Engkos
Kosasih menikah lagi. Menariknya, lelaki yang beruntung mempersunting
artis cantik dan imut ini adalah Urang Banjar, yakni seorang pengusaha
batu bara asal Martapura H Abdurrahman Midi atau yang dikenal dengan
Aman Jagau.
Acara pernikahan yang hampir luput dari liputan wartawan itu tampaknya
sengaja tidak dibesar-besarkan, karena tamu yang hadir tidak lebih dari
25 orang saja. Itu pun hanya orang-orang yang dikenal dekat dengan
Abdurrahman Midi (47).
Proses akad nikah yang sederhana dan terkesan santai itu dilangsungkan
di kamar 102 Hotel Banjarmasin Internasional Jl A Yani Km 5,5
Banjarmasin.
Di antara tamu yang terekam BPost, adalah Kapolres Banjar AKBP Drs
Irianto, Wakapolres Banjar Kompol Hadi Purnomo, Kabid BPKP Polda Kalsel
yang mantan Wakapolres Banjar Kompol Joko Supriyanto. Selain itu
rekan-rekan bisnis Abdurrahman serta tak ketinggalan sahabat Cucu, Denny
Malik.
Akad nikah dimulai pukul 19:45 Wita. Bertindak selaku wali hakim KH M
Maftuh dan bertindak sebagai saksi KH Ahmad Barmawi dari Rantau, KH
Hasanuddin (Martapura) dan Habib Abdullah Al Idrus (Sekumpul).
Abdurrahman yang mengenakan baju batik warna coklat celana hitam dan
berkopiah hitam sempat salah melafazkan akad nikah sehingga harus
diulang.
Cucu yang mengenakan busana muslim berwana putih perak sejak awal banyak
menundukkan wajah dan sesekali tersenyum melihat tingkah polah suaminya
yang sebenarnya sudah beristri ini.
Akhirnya pada pengucapan lafaz yang ketiga kalinya, baru pernikahan
dianggap sah oleh saksi. Hadirin pun tertawa kecil menyaksikan kejadian
itu. Mahar pernikahan cukup sederhana, yakni seperangkat alat shalat dan
sebuah muzhaf Alquran.
Acara akad nikah yang kurang lebih berlangsung 10 menit itu ditutup
dengan doa oleh KH Maftuh dan Habib Abdullah. Selepas itu, hadirin pun
menuju aula HBI untuk makan bersama sembari mendengarkan alunan lagu
penyanyi wanita dan organ tunggal.
Cincin Rp200 Juta
Dari penuturan sumber BPost yang dekat dengan Abdurrahman, proses
perkenalan hingga tumbuh cinta antara dua insan berbeda profesi itu
tergolong cepat, karena hanya seminggu lebih sedikit. Perjumpaan
keduanya terjadi ketika ada kegiatan di mana Cucu Cahyati menjadi
penyanyi penghibur massa simpatisan salah satu kandidat Cabup-Cawabup di
Kabupaten Banjar.
Menjelang balik lagi ke Jakarta, Cucu dihadiahi Abdurrahman seutas
cincin yang kabarnya harganya selangit, yakni berkisar Rp200 juta.
Rupanya hadiah itu membekas di hati Cucu yang sudah bercerai dengan
Tatang yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 14 tahun itu.
Cucu sebelumnya tinggal dengan dua anaknya, buah perkawinannya dengan
Tatang.
Konon, perpisahan terjadi karena Cucu tidak tahan hidup menderita
menyusul Tatang memiliki wanita simpanan lainnya.
"Ketika berada di Bandara Syamsudin Noor, Cucu menelopon Pak Aman untuk
memberitahukan bahwa dia sudah di bandara. Dan Pak Aman berpesan agar
Cucu hati-hati dalam perjalanannya. Demikian pula ketika Cucu sampai di
Bandara Soekarno-Hatta, Cucu kembali menelepon Pak Aman memberitahukan
bahwa ia sudah sampai di Jakarta. Kejadian telepon-teleponan kembali
terjadi ketika Cucu masih di perjalanan," tukas sumber itu.
"Rupanya Cucu mulai membuka jalan dengan kalimat bahwa dirinya kurang
suka dengan kemacetan jalan raya ketika masih di perjalanan menuju
rumahnya. Ketika itu Cucu menyampaikan kepada Pak Aman bahwa dirinya
ingin berada di suatu daerah yang tidak ada kemacetan seperti Jakarta.
Saat itu, Pak Aman mengatakan bahwa kalau Cucu ingin di daerah yang
tidak ada kemacetan lalu lintas, maka Cucu mesti tinggal di Banjar,"
ceritanya.
Dengan obrolan santai namun tampaknya mengarah ke hubungan yang serius
itulah maka Abdurrahman memberanikan diri melamar Cucu untuk terikat
pada ikatan tali nikah.
Menurut sumber itu lagi, Abdurrahman berencana membelikan sebuah rumah
yang lebih besar dan indah dibanding rumah Cucu sekarang ini. Dari gosip
yang beredar, rumah Cucu termasuk harta gono-gini yang harus dibagi rata
dengan mantan suaminya Tatang. adi/c1
