Iya, sebentar lagi tanggal 28 Oktober. Kalau pada saat itu semangat 
Sumpah pemuda adalah mengeliminasi perbedaan untuk suatu tujuan 
bersama, saya jadi bertanya-tanya, apakah tujuan yang sama masih 
bisa diterapkan pada saat sekarang ?

Contoh, pernyataan pertama :
Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang 
satu...Indonesia. Apakah putra-putri Indonesia hanya rela 
menumpahkan darahnya untuk Indonesia (saja)? sementara para pemutus 
kebijakan bahkan rela menumpahkan air mata dan darah rakyatnya 
dengan alasan kepentingan bersama, lalu kepentingan bersama seperti 
apa yang kemudian berhak meniadakan kepentingan seseorang yang tidak 
punya apa-apa selain sepetak tanah garapan yang kalah dalam kasus 
sengketa tanah adat. (seringkali seorang dinyatakan tidak memiliki 
tanah yang telah digarapnya bepuluhtahun hanya karena tidak memiliki 
selembar surat dari lembaga negara)

Lalu pernyataan kedua :
Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu...bangsa Indonesia.
Pada kenyataannya Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Bila 
keberagaman itu ditiadakan, maka yang seperti apa yang disebut 
bangsa Indonesia ? Apakah Jawa (yang tampaknya lebih dominan) ? 

Lalu pernyataan ketiga :
kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan...bahasa 
Indonesia.
Nah, yang terakhir ini rupanya begitu terhayati oleh putra-putri 
Indonesia sehingga merasa tidak penting memelihara bahasa daerahnya 
masing-masing. Akhirnya (sungguh disayangkan) bahasa daerah yang 
penuh falsafah hidup lama-kelamaan tenggelam dan karya-karya sastra 
menumpuk di perpustakaan para penjajah tanpa ada yang tertarik untuk 
menerjemahkan, akhirnya bangsa Indonesia hanya mampu mengutip 
pendapat ilmuwan barat yang banyak dipublikasi padahal beratus tahun 
yang silam pujangga-pujangga tanah air telah membahasnya dalam 
berbagai babad, siloka dan suluk

Gagasan meniadakan perbedaan adalah relevan bagi bangsa yang 
dirongrong prnjajah seperti saat itu, tapi untuk sekarang, saya 
pikir pernyataan-pernyataan itu perlu ditinjau ulang. Mungkin dengan 
pernyataan yang lebih mengedepankan pernghargaan atas perbedaan yang 
beragam dan indah . warna-warni Indonesia yang menawan. Harmoni 
antara legal formal dan hati nurani...akankah?

--- In [email protected], Dwi Irwanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda yang direkam 
> pada 14 Okt 2007 22:55:59 GMT.
> 
> Sumpah Pemuda
> 
> Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa 
> Indonesia.
> 
> 
> Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan 
> Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres 
Pemuda II, dibacakan 
> pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati 
sebagai "Hari Sumpah Pemuda".
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Daftar isi 
> 
> 1 Isi 
> 2 
> Kongres Pemuda II 
> 3 Peserta 
> 4 Museum 
> 5 
> Pranala luar 
> 
> //<![CDATA[
>  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var 
tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); } 
> //]]>
> 
> 
> 
> 
>  Isi
> PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah 
Darah Jang 
> Satoe, Tanah Indonesia. 
> KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa 
Jang Satoe, 
> Bangsa Indonesia. 
> KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa 
> Persatoean, Bahasa Indonesia. 
> 
> 
>  Kongres Pemuda II
> Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari 
Perhimpunan 
> Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang 
beranggota 
> pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres 
dilaksanakan di 
> tiga gedung yang berbeda 
> dan dibagi dalam tiga kali rapat.
> 
> Rapat pertama, Sabtu, 27 
> Oktober 1928, di Gedung Katholieke 
> Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. 
> Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo 
> Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat 
persatuan dalam 
> sanubari para pemuda. 
> Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan 
hubungan 
> persatuan dengan pemuda. 
> Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan 
Indonesia yaitu 
> sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
> 
> Rapat kedua, Minggu, 28 
> Oktober 1928, di Gedung Oost-Java 
> Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, 
Poernomowoelan dan 
> Sarmidi 
> Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan 
kebangsaan, 
> harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di 
rumah. Anak juga 
> harus dididik secara demokratis.
> 
> Pada sesi berikutnya, Soenario 
> menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan 
kepanduan. 
> Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa 
dipisahkan dari 
> pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-
anak disiplin 
> dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
> 
> Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya 
Wage Rudolf 
> Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh 
peserta kongres. 
> Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh 
para pemuda yang hadir, rumusan 
> itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
> 
> 
> 
> Peserta
> Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari 
> berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu 
> itu, seperti Jong Java, Jong 
> Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen 
> Bond, Jong Islamieten 
> Bond, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda 
Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John 
> Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong 
> sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond.
> 
> 
> 
>  Museum
> Di Gedung Sekretariat 
> PPI di Jalan Kramat Raya 106, tempat diputuskannya rencana Kongres 
Pemuda Kedua saat ini 
> dijadikan Museum Sumpah Pemuda.
> 
> 
> 
> Pranala luar
> (id) situs resmi Museum Sumpah Pemuda 
> (id) Museum Sumpah Pemuda - Bekas Kos, 
> Pemersatu Bangsa 
> Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda";
> 
> 
> Tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk 
kehidupan 
> 
> (Annemarie Schimmel)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke