Kalau menurut saya: Pendaratan di Bulan benar-benar terjadi. Argumentasinya sederhana: teknologi manusia pada tahun itu sudah mampu untuk melakukannya, begitu juga dengan kemampuan ekonomi Amerika Serikat. Pada faktanya, teknologi yang dibangun pada waktu itulah yang kemudian dikembangkan menjadi teknologi pesawat ulang-alik yang sekarang lebih banyak digunakan.
Lingkungan di Bulan yang hampa udara jauh berbeda dengan lingkungan di Bumi, sehingga orang2 sering merasa ada yang janggal dengan rekaman pendaratan itu. Alih2 menganggap kejanggalan itu sebagai pembuka wawasan tentang suasana di dunia lain, oleh penggila teori konspirasi lalu kejanggalan ini digunakan untuk menciptakan sebuah skenario "moon hoax". Pada kenyataannya semua kejanggalan yang ditemukan: tentang arah bayangan dan intensitas cahaya, tentang bintang di bulan yang tak terlihat, tentang pantulan, semuanya adalah persoalan pemahaman kita tentang fisika. Selain pada link2 yang telah diberikan Pak Mutoha, ada lagi link tambahan yang bisa dilihat-lihat: http://www.clavius.org/ . Tiga tahun lalu saya menggunakan situs Moon Base Clavius ini untuk membuat sebuah poster yang menjelaskan hal-ihwal pendaratan di Bulan, dan saya katakan bahwa pendaratan di Bulan benar-benar terjadi karena 1) teknologi pada saat itu memang memungkinkan, 2) tidak diperlukan adanya konspirasi NASA dan Pemerintah Amerika Serikat, dan 3) Segala hal yang terlihat janggal pada foto2 dan rekaman pendaratan di Bulan dapat dijelaskan dengan hukum2 Fisika. Saya tidak akan menjelaskan semuanya panjang lebar di sini, tapi bagi Anda memang benar-benar tertarik untuk mengeksplorasi persoalan moon hoax ini, saya sarankan untuk mengulik Moon Base Clavius. Yang ingin saya jawab adalah: kenapa orang tidak lagi mendarat di Bulan? IMHO jawabannya adalah: terlalu mahal. Semenjak awal pendaratan di Bulan hanyalah pamer kemajuan teknologi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, lain tidak. Keduanya ingin menunjukkan supremasinya terhadap dunia dengan balapan mendaratkan manusia di Bulan. Bila kita tanya, buat apa mengirimkan manusia ke Bulan? Kemajuan ilmiah apa yang bisa kita peroleh? Jawabannya adalah tidak ada. Sebuah robot yang diotomasi ternyata bisa melakukan hal yang sama dengan efektifitas yang sama. Dan ini yang lebih penting: Biayanya lebih murah karena payload roket jadi lebih ringan. Setelah 6 kali pendaratan di Bulan, Amerika Serikat mulai keteteran karena dananya tersedot untuk Perang Vietnam. Anda bisa bayangkan berapa besarnya biaya untuk mengirimkan 3 orang ke Bulan dengan roket terbesar di dunia saat itu (dan roket itu sekali pakai alias, setiap kali mau terbang harus bikin baru lagi). NASA akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengiriman manusia ke Bulan dan berkonsentrasi pada penyelidikan tata surya (dengan mengirimkan wahana2 antariksa ke planet2 terjauh, dan berusaha mendaratkan wahana tak berawak ke Mars) dan pengembangan pesawat ulang-alik (yang bisa dipakai berkali-kali). Semenjak bertahun-tahun lalu, pertanyaan ini sudah banyak diperdebatkan: "Untuk apa mengirimkan manusia ke dunia lain ketika robot yang diprogram juga bisa melakukan hal yang sama dengan efektifitas yang sama?" Sekarang Perang Dingin sudah berakhir jadi kalau manusia memang mau pergi ke Planet Mars, mungkin jawabannya adalah: curiosity. -tri- On 15/11/06, eko bambang saputro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
apakah betul bahwa belum ad astronot yang belum pernah menginjak di bulan? saya bingung? saya pernah bca bahwa neil amstrong tidak pernh mendarat di bulan, tetapi hanya bermain di studio. apakah betul hal itu? saya butuh kejelasan? thanks .
-- "Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an idea, and ideas are bulletproof." -V for Vendetta (2005 movie)
