Nampaknya pak KK terpukau oleh gagasan geolog. Kalau sungai purba berupa rongga sudah sejak lama terisi dengan air tanah atau barangkali sudah. Kalau belum, bagaimana menyuntikkan air banjir, berapa daya tampungnya, berapa biayanya, dampak lingkungan sebab air kotor tidak boleh masuk ke dalam aquifer air tanah dll kendala. Gagasan Ekonom Faisal Basri jauh lebih layak dan tehnis (kok tau die) bahwa untuk mengatasi banjir Jakarta keruk muara dan normalisasi sungai.
rzain 02/03/2007 12:23 WIB Atasi Banjir Jakarta Sungai Purba Dilacak Menristek Ken Yunita - detikcom Jakarta - Bukan hanya makhluk hidup saja, namun sungai juga ada yang purba. Sungai purba ini bakal dimanfaatkan guna menanggulangi banjir di Jakarta. "Untuk menanggulangi banjir, ada cara baru, kami mengidentifikasi ada sungai-sungai purba yang ada di bawah permukaan tanah Jakarta," kata Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman. Hal ini disampaikan Kusmayanto usai rapat pimpinan penanggulangan banjir di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2007). Dijelaskan dia, sungai purba telah ada sejak dulu kala. Tetapi tidak bisa teraliri air karena tertutup lapisan sedimen. "Karena itu, kita akan melakukan upaya untuk mencari titik-titik sungai purba. Sebenarnya sudah ada di peta geologi, tinggal mencari saja. Kemudian setelah itu kita cari poros di mana air bisa meresap lebih cepat ke dalam sungai purba dan mengalir ke waduk resapan," terang Kusmayanto. Menurut Kusmayanto, butuh waktu 6 bulan untuk membuka sungai. Salah satu sungai purba ditemukan di kompleks UI, Depok, Jawa Barat. "Ada banyak sekali, tetapi kita belum hitung. Tetapi kalau dijumlahkan dengan adanya sungai purba di Jakarta bisa membangun 800 hektar waduk resapan. Kusmayanto menambahkan kementerian yang dipimpinnya dengan Pemprov DKI Jakarta telah sinkron dalam menanggulangi banjir. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menambahkan diperlukan kesadaran masyarakat untuk menanggulangi banjir. Sebab, kata Sutiyoso, instruksinya mengenai sumur resapan pun tidak digubris warganya. "Kita harus mulai dengan penyelesaian BKT dan waduk resapan. Tinggal kita pleasure pekerjaannya. Tetapi yang penting kita ingatkan masyarakat jangan kendor. Kalau air sudah surut, kita tetap konsisten untuk menangani banjir, jangan menunggu banjir 5 tahun lagi," beber Sutiyoso.(
