Re: Surat Keberatan dan dukungan terhadap Calon Anggota KOMNAS HAM   Mohon 
kepada bapak Naek Djaoloan Hutabarat untuk mengirimkan kembali email balasan 
aku ini ke Bapak Eliakim Sitorus.Banyak terima kasih.  Salam hangat,  Dinda   
=========  Dear Pak Eliakim Sitorus dan teman-teman lainnya,  Maaf baru hari 
ini aku membalas email bapak karena komputerku baru saja diperbaiki dari 
kerusakannya.Surat keberatan dan dukungan itu juga aku kirimkan ke panitia 
seleksi.Kalau aku sampai memasangnya ke milis ini tidak lain dan tidak bukan 
untuk memberi informasi kepada masyarakat umum atas kredibilitas calon anggota 
KOMNAS HAM.Bahwa aku punya pengalaman yang sangat buruk kepada calon-calon 
tersebut ketika aku masih bekerja dengannya di Komnas  Perempuan.Ada pengabaian 
hak-hak pekerja yang sudah di atur dalam UU No.13 tentang Ketenaga Kerjaan.  
Bapak boleh saja punya pengalaman yang berbeda dgnku terhadap 3 org yang bapak 
sebut sebagai “perempuan perkasa" dalam bidang penegakan hak
 perempuan.Dengan alasan-alasan yang bapak sampaikan.Tapi akupun punya 
pengalaman yang amat menyakitkan dari 3 org tersebut.Ya, aku di PHK dari Komnas 
Perempuan karena sakitku dan tanpa pesangon.Harap diingat aku mesti berjuang 
dulu selama 15 bulan untuk mendapatkan pesangon tersebut bersama dengan para 
pengacaraku yang diketuai oleh mas Johnson Panjaitan.Bapak bisa bayangkan 15 
bulan itu bukan waktu yang sebentar tapi waktu yang lama.Aku sampai menderita 
insomnia (sulit tidur),mimpi buruk,takut bertemu org dan sejumlah trauma 
lainnya.Bukankah itu hal yang ironis sekali di lembaga yang membela hak asasi 
manusia dan hak asasi perempuan,ternyata mengabaikan hak asasi pekerjanya 
sendiri.  Mengenai pemilihan nama Kamala Chandrakirana sebagai anggota team 
seleksi aku memang telat menyampaikan keberatanku.Karena aku baru tahu 
informasi ini setelah dipilih.Tidak ada kesempatan padaku untuk menyuarakan 
pendapatku.Tidak tahu kemana aku mesti mengalamatkan keberatanku tersebut.Dan
 perlu bapak ketahui bahwa mekanisme pemilihan team seleksi bersifat tertutup 
dan tidak terbuka.Sehingga masyarakat baru tahu ketika anggota team seleksi 
diumumkan ke publik.  Mudah-mudahan surat ini memberi kejelasan kepada 
bapak.Apabila bapak belum puas juga silahkan kirim email pribadi bapak ke email 
ku di: [EMAIL PROTECTED] /titiana.adinda[at] gmail.com  Salam hangat,     Dinda 
(Titiana Adinda)  ======  NDH:
 Mohon Untuk Rekan/Ibu Titiana Adinda
 saya teruskan Milis Pak Eliakim Sitorus ini.
 Dan juga mohon dibaca Rekan-Rekan Semua ! 
 
 Lampran:
 .
 Dear all,
 Tiga nama yang disebut Dinda dalam suratnya ini saya kenal. Mereka "perempuan 
perkasa" dalam bidang penegakan hak perempuan. Setidaknya demikianlah yang 
tampak dari luar sini. Saya tidak pernah lupa ditipu oleh Tati dalam urusan 
pemberangkatan warga Desa Sianipar dan Sugapa dari Kecamatan Silaen Taput ke 
Jakarta mengadukan nasibnya 20 tahun lalu. Akan tetapi menurut saya, Dinda, 
seyogianya menulis surat ini hanya ditujukan kepada panitia seleksi, 
sebagaimana iklan di Koran Kompas kemarin, 26 Peb. 2007. Tidak untuk publik.
 
 Saya juga mengirim surat dukungan untuk orang yang saya anggap layak jadi 
komisioner karena permintaan yang bersangkutan, tetapi ada juga atas inisiatif 
saya sendiri. Dan surat protes saya bagi orang yang namanya ada di list, tetapi 
menurut saya (subjektif sifatnya) tidak pantas menjadi anggota Komnas HAM 
periode 2007 - 2012. Saya tak setuju orang-orang yang berperangai Maju Tak 
Gentar Membela yang Membayar masuk menjadi komisioner di Komnas HAM.
 
 Keberatan Dinda atas nama kemala Candrakirana terpilih jadi anggota Tim 
Seleksi, mestinya disampaikan segera setelah tim itu terbentuk, bukan sekarang. 
Sekarang yang dipertimbangkan adalah bakal calon anggota Komnas HAM, bukan 
panitia pemilihannya.
 
 Saya turut prihatinlah atas derita Dinda. Saya berdoa kiranya mendapat 
pemulihan kesehatan dan hak dalam waktu dekat.
 Horas,
 Eliakim Sitorus
 
 Ps.: Pak NDH, tolong diteruskan posting ini kepada Dinda.
 
 Naek Djaoloan Hutabarat <ndhutabarat@ yahoo.de> wrote:
 NDH : Mohon Rekan 
 MDIII - Masyarakat Diskusan Intergenerasi Interkontinental
 Memerhati Milis Rekan Titiana Adinda lampiran di bawah ini.
 bcc.
 
 Lampran:
 
 ------------ --------- --------- ---
 
 Jakarta, 27 Februari 2007
 
 Kepada Yth.
 Panitia seleksi
 Anggota KOMNAS HAM
 Di tempat
 
 Perihal :Surat keberatan dan dukungan kepada anggota calon anggota KOMNAS HAM
 
 Dengan hormat,
 
 Aku menulis surat ini berdasarkan pengalamanku sebagai mantan staff KOMNAS 
PEREMPUAN.Sebenarny a aku bisa saja cuek tetapi naruniku berkata lain,aku harus 
menunjukan sikap penolakan dan dukunganku kepada calon anggota KOMNAS HAM.
 
 Aku menolak dengan tegas terpilihnya Ita Fatia Nadia dan Taty Krisnawaty 
sebagai calon anggota KOMNAS HAM.Karena pada saat mereka menjabat sebagai 
anggota KOMNAS PEREMPUAN mereka jugalah yang sudah memecatku tanpa uang 
pesangon.Aku dipecat karena aku sakit meningitis (radang selapu otak) yang 
menyebabkanku lumpuh separuh badan (tangan dan kaki kanan) meskipun sekarang 
kondisinya mulai membaik.Bayangkan saja aku hanya di PHK secara lisan oleh 
Dinny Jusuf (Sekjen KOMNAS PEREMPUAN) DAN TANPA MEMBERI PESANGON. DAN JELAS ITU 
MELANGGAR UU NO.13 TTG KETENAGAKERJAAN.
 
 Namun karena kebaikan hati Johnson Panjaitan,SH aku dibelanya sehingga aku 
setelah menunggu 15 bulan pesangonku akhirnya keluar.Karena itu aku mendukung 
penuh Johnson Panjaitan menjadi anggota KOMNAS HAM yang baru.
 
 Aku juga heran kenapa Kamala Chandrakirana bisa terpilih menjadi anggota tim 
seleksi padahal ketika aku di-PHK,KOMNAS PEREMPUAN sedang dibawah 
kepemimpinannya. Aku tidak mau kejadian ini berulang kepada staff KOMNAS HAM 
apabila Taty Krisnawati dan Ita Fatia Nadia terpilih menjadi anggota KOMNAS HAM 
yang baru.Sangat tidak enak menunggu pesangon selama 15 bulan.Semuanya sangat 
menguras emosi dan pikiranku.
 
 Aku juga mau protes atas pemilihan anggota team seleksi KOMNAS HAM.Bagaimana 
bisa memilih Kamala Chandrakirana sebagai anggota team seleksi.Karena dia sudah 
jelas-jelas pernah melakukan perbuatan melanggar hukum yaitu memecat aku hanya 
dengan lisan dan tidak memberiku pesangon.
 
 Bagaimana kami sebagai masyarakat bisa percaya kepada kinerja KOMNAS HAM.Jika 
yang panitia seleksinya saja melanggar hukum dan HAM terutama sekali hak-hak 
pekerja.
 
 Demikianlah surat ini aku sampaikan,jika memerlukanku silahkan hubungi aku di 
0815-1609391. Terima Kasih.
 
 Hormat Saya,
 
 Titiana Adinda (Dinda)
  

Kunjungi blog aku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com/
                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke