Pat.,( Betul nggak y kalau Pat5ick panggilan akrabnya adalah Pat ..:) Pertama, kita mesti paham dulu yg kita maksud glabalisasi itu apa dulu... , bhw semua negara jd borderless ??
Bhw semua orang tak perduli dari negara apapun.. kondisi apapun ... bisa bersaing dgn adil ? Bhw globalisasi identik dgn free trade ??/ sy nggak tahu jawaban yg pas... tapi yg jelas bagi saya .. free trade tanpa fair trade adalah omong kosong... Lucunya di negara sono.. pemrakarsa free trade.. justru mrk bikin/punya aturan yg membatasi permainan free trade itu sendiri...agar lebih fair.. Sementara .. Bu Marie...cs ( mungkin juga Rizal M.. ) tampaknya maunya yg free tanpa batas ... Kita ambil satu kasus aja... soal masuknya Carre 4 cs... ke Indonesia.... ambil perbandingannya dgn Cina.., Malaysia Retail asing , sebelumnya adalah bidang terlarang di Indonesia utk PMA.. di jaman Gus Dur, atas tekanan IMF keluarlah kepres yg membukanya... bahkan tanpa notifikasi dr wto... maksudnya wto sendiri belum mewajibkan... Padahal,... Cina... baru melakukannya bertahap sesuai dgn jadwal yg disusun bersama wto..., artinya ada bargaining win win dulu.. misalnya terbukanya pasar interbasional bg produk cina... ( kata cina... kubuka psar dalam negriku... kuambil pasar internasional) Implementasi mausknya retail asing.. di Cina.. Ada jadwal yg bertahap.. Belum lagi.. ada suatu sidang.. UNCTAD.. United Nation Conference on trade and distribution, beberapa tahun lalu, yg diikuti juga oleh Indonesia... , dalam rekomendasinya menyebut, bhw pembukaan retail asing gede, kenegara berkembang mempunyai potensi mematikan pasar lokal dan pemasok, jika sebelumnya negara berkembang tidak dipersiapkan lebih dulu... Di Malaysia..., di Singapore... ada pengaturan.. shg jenis Carre4 ini nggak ganggu pasar tradisional dan pemasok lokal. . Mrk ada di pinggir kota,,, dan tradingtermnya nggak mencekek pemasok. Saya punya data perbandingan trd term yg dipungut Carre4 dan Giant di Mlaysia dibanding Indonesia... :( beda banget.. Di Cina... mrk persiapkan dulu pasar lokalnya...mrk bangun ratusan pasra lokal yg lebih baik di berbagai pelosok...., lalu november kemarin mrk bikin aturan yg melarang peretail asing gede itu berlaku sewenang wenang memeras pemasok... , jadi aturan main... ada code of practise... Indonesia ?? tanya pd pejabat di deperdag... kenapa mrk enggan membuat aturan serupa Cina itu... ya tanya kenapa ??? Lucunya hal itu( adanya tauran main) berlaku juga di jerman... di Perancis... ,di Jepang dan negara maju lain/ Di Perancis.. sbegaian dr pajak keuntungan pasar modern gede.. digunakan utk membangun pasra tradisional.. Kalau kita tanya pada tokoh tokoh yang sekarang megang kendali kebijakan perdagangan.... , pastilah.jawabnya.. itu nggak perlu diatur..... itu urusan antara pelaku usaha... kata mereka b2b.. bussisness to bussines... serahkan pada mekanisme pasar... Nggak mungkinlah ada kebebasan yg bebas sebebas nya... ,disamping itu juga perlu masa transisi ...,untuk memperkuat yg lemah..memperkuat industri dalam negeri.. lalu lagi... Carre 4 itu hypermarket no 2 terbesar didunia... masakan... peretail kita di suruh B2B dgn mereka...maskanpemasok di suruh B2B dgn mereka.. sementara di negaranya sendiri mereka dibatasi sejumlah aturan... Lha mereka itu kan nggak bisa berkembang dinegara maju.. termasuk jepang dan Hongkong dan Taiwan.. karena ada pengaturan.. dan mereka merajalela disini kan karena penentu kebijkian perdagangan disini menghamba pada tuan besar globalisasi... Tanya kenapa... sektor riil nggak jalan... tanya kenapa pasar tradisionil terpuruk... tanya kenapa .. supermarket lokal terperosok... Saya ikut Bung Karno aja.. deh... hati hati terhadap neo lib... Asal tahu aja.. ketika kita gagal mengundang investor luar negeri di bidang manufaktur... utk menutup malu... deperdag malah mengudang "investor" berupa retail asing.. yg kedepannya akan terus menekan pemaosk dalam negeri sampai mati... lalu akhirnya julan barang yang di bikinnya sendiri di luar negeri.. Saya sengaja tulis investor dalam tanda kutip.. karena sesungguhnya mrk nggak invest.. soal nya dana nya dia peroleh liwat fee spt listing fee dan kredit pemasok dan keringanan sewa dari pemilik Mall Itulah dampak globalisasi yang akan terjadi... nggak percaya.... ayo saksikan... masa depan kita... Salam Haniwar At 10:14 PM 3/3/2007, you wrote: >Mas Haniwar, > >Saya termasuk org yg menyambut baik globalisasi. Rasanya, kita tdk >perlu menunda ataupun melawan globalisasi. Kita memerlukan "kapal" yg >kuat utk mengarungi arus yang bernama globalisasi itu. Pertanyaannya, >kita sudah punya "kapal" atau kita masih memakai "sampan"? Kalau kita >belum punya, lantas bagaimana kita membangun "kapal" yg kuat sekaligus >dapat memuat banyak orang tanpa terkecuali? Maafkan bila analogi saya >tidak pas. Intinya, spt yg telah disampaikan Bpk. Kasar Tokar, kita >harus mengkritisi globalisasi yg telah merasuki (sebagian) masyarakat >Indonesia. Siapa yg menjadi "absolute winner", dan siapa yg menjadi >"absolute loser" di Indonesia? Dapatkah pecundang menyertakan diri >dalam globalisasi dan meningkatkan kesejahteraannya? Dan sebagainya, >dan sebagainya. Mari kita secara bersama menciptakan globalisasi yg >lebih "membumi" dan membawa kemaslahatan bagi seluruh lapisan >masyarakat. Mungkin terkesan terlalu utopis! Tapi, beranikah kita mencoba? > >Salam hangat, > >Patrick Hutapea >Mahasiswa S1 Ilmu Hubungan Internasional >Fisip - Universitas Katolik Parahyangan >Bandung
