Pak Sukiadi, Jangan pesimis Pak, bahwa kita tidak bisa mengekspor TKIL (Tenaga Kerja Intelektual). Sekarang saja banyak sekali anak-anak muda kita yang pintar, setelah berhasil kuliah di luar negri, termasuk Singapore, kemudian lulus, lebih suka bekerja di LN. Atlit-atlit kita yang berpotensi pun mulai pelan-pelan hijrah ke LN. Bambang Pamungkas ke Malaysia, Tony (pemain bulutangkis) ke US, dll. Sebaliknya saya cemas, jangan-jangan mulai terjadi "brain drain" manpower kita yang bermutu/cerdas ke luar negri. Salam.
----- Original Message ---- From: tjuk kasturi sukiadi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; Sent: Sunday, March 4, 2007 6:02:20 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Balasan: More than half Singaporeans hate Indonesian workers? Bu Yanti, Nasib forign workers bangsa apapun di negara manapun apalagi yang lower skilled ya seperti itu. Dibenci dan sekaligus dilecehkan Anda tentu merasakannya sendiri sebagai orang Indonesia ketika sedang di Singapura,Malaysia, Saudi Arabia dan Hongkong. Jadi bukan monopoli Singapura saja untuk membenci TKI dari Indonesia. Yang ideal dan harus ditiru adalah bagaimana Israel mengirim "TKI berotak" keseluruh dunia khususnya ke negara2 Barat yang maju dan kemudian "menguasai pemikiran dunia!" .Tentu gampang untuk diomongkan dan untuk Indonesia rasanya "nyaris mustahil" untuk dilaksanakan! Setuju untuk bahan perenungan khususnya bagi mereka yang pada posisi elite yang sedang berkuasa. Salam Tjuk Kasturi Sukiadi
