Kalau saja tayangan Republik BBM ini di tayangkan di AS, mungkin hasilnya lain. Walaupun Pak Effendi dengan santun sudah minta maaf kalau ada kesalahan di setiap akhir acara, satu hal yang perlu dicatat adalah masyarakat Indonesia mayoritas masih menjunjung falsafah Timur, antara lain: "Mikul Dhuwur Mendhem Jero" (silahkan Pak Butet di cari artinya).
Salam. ----- Original Message ---- From: rudyanto_nebeng <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, March 4, 2007 8:38:55 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Republik BBM akan disomasi?? Pak Effendi Gazali dan Yang Mulia Presiden Si Butet Yogya, Berdasarkan pengamatan saya, acara Republik BBM (Baru Bisa Mimpi) memang baru bisa mimpi saja alias baru bisa berangan-angan untuk bisa menjadi tokoh-tokoh pimpinan tertentu. Sayangnya sudah terkesan melecehkan tokoh-tokoh pimpinan tersebut dan membuat kita terpingkal-pingkal, tapi tidak berhasil menawarkan suatu SOLUSI untuk perbaikan. Akhirnya tokoh-tokoh pimpinan tersebut mungkin merasa mendapatkan hal yang negatif saja tetapi tidak mendapatkan usul/saran/ide perbaikan. Saran saya adalah sebaiknya Republik BBM tidak hanya bisa mengupas kejelekan/kelemahan tokoh-tokoh pimpinan tertentu, tapi juga bisa melangkah satu tahap lagi ke tahap pengajuan usul/saran/ide perbaikan tentunya dengan menghadirkan pakar yang kompeten di bidangnya. Singkat kata: Jangan Baru Bisa Mimpi Best Regards, Rudyanto --- In Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Agus Hamonangan" <agushamonangan@ ...> wrote: > > Saya posting di luar Topik, > > Effendi Gazali anggota milis FPK > Butet Kertaredjasa anggota milis FPK > > Kita tunggu tanggapan dari petinggi acara Republik BBM di milis FPK. > > Salam, > AH
