saya rasa, acara Kerajaan BBM [yang baru pengganti Republik BBM]
bisa menjadi sarana penyambung komunikasi rakyat, kalau dibicarakan
suara rakyat saya rasa itu akan melegakan rakyat,

walaupun hanya lewat TV, lumayan daripada lewat klompencapir.

dan para Raja di Kerajaan BBM jangan cuma melucu saja, namun jawab
yang bener dong,

jawablah suara rakyat yang bener, seolah-olah menjadi mimpi kita,
tidak perlu kritik, tidak perlu realitas, idealnya saja mbok ya
bagaimana, nah tugasnya SBY mewujudkan mimpi itu.

kebutuhan utama Rakyat adalah Didengar.  kalau rakyat tidak didengar
maka mereka mulai blokir bandara, blokir jalan raya.

salam,
Goen


--- In [email protected], john simon
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau saja tayangan Republik BBM ini di tayangkan di AS, mungkin
hasilnya lain.
> Walaupun Pak Effendi dengan santun sudah minta maaf kalau ada
kesalahan di setiap akhir acara, satu hal yang perlu dicatat adalah
masyarakat Indonesia mayoritas masih menjunjung falsafah Timur,
antara lain: "Mikul Dhuwur Mendhem Jero" (silahkan Pak Butet di cari
artinya).
>
> Salam.

Kirim email ke