Pak,

BPPT melakoni hujan buatan setahu saya sudah belasan tahun, drai jamannya 
UPT hujanbuatan di bawah Ibu Woro yg sekarang adalah Kepala BMG.

Mestinya mrk nggak bloon bloon  amat , artinya nggak "merampok " 
sembarangan jatah hujan daerah lain...

Pemikirannya tentu ada daerah yang kurang hujan... sementara ada daerah 
lain... setidaknya nggak perlu amat air hujan itu..

Soal dampak buruk.... kalau di perkebubab bisa diatasi... dengan 
pestisida,, di opendinginan denganemngganti jenis freon... ya bisa di cari 
jugalah untuk mengatasi dampak buruk hujan buatan.  Setahu saya , Thailanf 
dan banyak daerah pertanian lainnya juga memnanfaatkan teknologi hujabn 
buatan..

soal harus melalui study kelayakan .. ya itu sih... udah begitu mestinya... 
cumaketerlaluan anggap teman tman di BPPT nggak mempelajari layak tidaknya 
hujan buatan.

tentu ada keterbatasan... memindahkan hujan di sini ke afgahanistan 
misalnya.memang masih terlalu sulit.  tapi untuk terlalu sinis dan skeptis 
thd teknologi hujan buatan  tampanya terlalu jauh...

Soal kodrat alam  ??    apa maksudnya ???


kalau kita  banjir  atau  kering... ya nrimo aja krn kodrat...

Kalau wanita punya kodrat  untuk melahirkan... itu sy percaya.... belum ada 
sih laki laki yg melahirkan ...kecuali di film Arnold schwarzenegger.

Salam

Haniwar


At 01:26 PM 3/6/2007, you wrote:

>hehehe
>
>Bisa saja, tetapi daerah lain akan kekeringan dirampok awannya. Apa
>mereka peduli?
>Baru sedang? Bagaimana bppt bisa membuktikan bahwa air hujan yang
>jatuh hasil semaiaannya. Kira2 gitu?
>Ingat ga tahun lalu mereka menyemai hujan di Palembang lantas hujan
>yang turun diaku, pada hal CNN dalam 5 days weathernya sudah meramal
>hujan akan turun, apa karena dapat info bppt mau bikin hujan buatan.
>
>Tahukah anda tahun 1990an PLN menyemai awan di atas Kalimantan
>Selatan untuk mengisi waduk Riam Kanan, hujannya jatuh di Brunei?
>
>Sepanjang tahun? Mudah2an bppt dapat hadiah Nobel menyemai awan di
>musim kemarau.
>
>rzain
>

Kirim email ke