He he he, nanti gara-gara pidato di luar negeri pake bahasa Indonesia, terpaksa bawa penerjemah. Kalo pake penerjemah, nanti ada yang kritik lagi: "Kok pemborosan biaya pake penerjemah segala? Apa nggak bisa bahasa Inggris?" Refot ya? Ayo, ada yang masih mau nggak mencalonkan diri jadi presiden tahun 2009? Kalo khusus bahasa Prancis, Bu Yuli pasti bisa jadi penerjemahnya. Kalo bahasa Arab, sayalah orang yang paling cocok. manneke
Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hee...hee...hee..barangkali Pak KK akan jawab begini, mas Steven:" Je suis d'accord avec votre avis, mon ami". Au revoir, (jabat erat - KK) - Apa malahan pak KK mau jawab pakai bahasa Sunda ya? Ya IMHO, kalau Presiden Indonesia sebisa-bisanya selalu memakai bahasa Indonesia, dan jika harus berpidato diluar negri, mungkin harus membawa "interpreter" (penterjemah langsung), supaya orang yang hadir bisa mengerti apa yang dibicarakan. Juga kalau Presiden menerima tamu dari luar negri, semestinya bicara dalam bahasa Indonesia saja. A bientot, Yuli
