http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/12/metro/3376638.htm
=====================

Bogor, Kompas - Pembangunan Indonesia tidak boleh melupakan akar 
kekuatan masyarakat, yakni komunitas pedesaan. "Desa harus kuat, 
terutama ketahanan pangan. Segala hal positif seperti keakraban, 
pengajian, dan kebersamaan masih saya rasakan selama lima tahun ini 
hidup di Desa Nagrak," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu 
(11/3). 

Presiden mengemukakan itu seusai memberikan suara dalam Pemilihan 
Kepala Desa (Pilkades) Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten 
Bogor, Jawa Barat. Pada hari yang sama, pilkades dilakukan secara 
serentak di lebih dari 200 desa lain di Bogor. 

Yudhoyono mengingatkan, betapa Desa Nagrak pun telah mengalami 
perubahan sedemikian rupa menjadi daerah industri. Tidak ada lagi 
sawah dan lahan pertanian tersisa. Sebagian besar masyarakat terjun 
ke sektor jasa menjadi pedagang, sopir, tukang ojek, atau menjadi 
buruh. 

Suasana desa terasa dalam Pilkades Nagrak. Keramaian menyertai 
pelaksanaan pilkades. Sejak sekitar pukul 08.00, ribuan warga 
termasuk anak-anak datang di tempat pemungutan suara (TPS). 

Suasana semakin meriah saat Presiden datang. Warga berdesakan ingin 
melihat orang nomor satu di Indonesia itu. Presiden mengingatkan 
warga, betapa tugas kepala desa sangat strategis. Apalagi sebagian 
besar masyarakat Indonesia hidup di pedesaan dan kini mengalami 
transisi. 

"Saya mengenal para calon yang hari ini dipilih. Saya juga 
mengingatkan para kepala desa untuk tidak mempersulit warga, terutama 
dalam urusan administrasi seperti pembuatan kartu tanda penduduk. 
Perubahan sosial boleh terjadi, tetapi identitas desa harus tetap 
dipertahankan. Jangan sampai hal negatif seperti penggunaan narkotika 
menyebar di desa. Ketahanan bangsa harus dimulai di desa," ujar 
Presiden. 

Dimulai dari desa 

Presiden juga menyatakan, kehidupan demokrasi yang baik sebenarnya 
bisa dimulai dengan pelaksanaan demokrasi di desa melalui pilkades, 
asalkan dijalankan dengan langsung, umum, bebas dan rahasia serta 
jujur dan adil. 

"Harapan saya, pilkades ini berjalan dengan tertib, jujur, dan adil 
atau jurdil. Dari desa pun, sebenarnya kita bisa memberi contoh 
kehidupan demokrasi yang baik, yang bisa kita kembangkan di negeri 
ini," ujar Presiden>k /cmac=26/< Yudhoyono. 

Saat mencoblos, Presiden yang warga Desa Nagrak itu didampingi Ny Ani 
Yudhoyono dan putra keduanya, Eddhi Bhaskoro Yudhoyono. 

Presiden Yudhoyono dan keluarga hanya didampingi Juru Bicara Presiden 
Andi Mallarangeng dan Surato, Ketua RT Puri Cikeas, yang juga 
tetangga depan rumah kediaman pribadinya di Puri Cikeas. 

Dari kediamannya yang berjarak sekitar 100 meter, Presiden Yudhoyono 
dan keluarganya menggunakan mobil VW Caravelle berwarna biru dengan 
pelat polisi B 909 YS. 

Tiga kandidat bertarung memperebutkan posisi sebagai Kepala Desa 
Nagrak untuk masa jabatan enam tahun mendatang. Mereka adalah, 
pertama, Boin Sugiri, kandidat yang sekarang ini menjabat sebagai 
kepala desa. Kedua adalah H Nurdin, saat ini menjabat sebagai 
Sekretaris Desa Nagrak. Calon ketiga adalah Dudung Dimyati. Dudung 
adalah Ketua Badan Perwakilan Desa Nagrak. (ong/har)


Kirim email ke