Diharap kalau sudah terjual, bentuk bangunan bersejarah tsb tetap ada ya. Sayang kan ya, kalo ada bangunan jaman dulu yang dipapas begitu saja. Ini kan bisa dijadikan obyek tourisme dan berarti jadi ada tambahan devisa juga ya.
Sudah banyak contoh, bangunan2 jaman dulu yang dirubuhkan dan diganti dengan bangunan modern yang, seperti Duta Merlin, Hotel yang dijadikan kantor Sekneg dan ntah berapa banyak lagi bangunan2 history tidak dihargai. Di negara2 Barat, justru bangunan2 dulu dan mempunyai nilai2 tertentu, malahan dipertahankan. Ini juga berarti nantinya beberapa generasi selanjutnya jadi bisa melihat peninggalan jaman dulu dan sejarahnya juga. Salam Lily --- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Sewaktu tahun 50-an sudah mulai dirasakan pertikaian antara partai > di Indonesia, juga sesama antar partai "SOSIALIS" di mana PKI masuk > kedalamnya. Sedangkan PSI(Partai Sosialis Indonesia) adalah partai > kaum menengah(middenstanders)atau SOSKA(sosialis kanan) yang > tokoh2inya adalah DR Sumitro, Sutan Sjahril dsb bahkan dikalangan > TNI, yang dituduh A.H.NASUTION. Pokoknya sebagian besar dari kaum > INTELEKTUAL Indonesia.Para murid DR Sumitro dan kolega2 dari > Universitas Indonesia, sangat dominan dengan GMS (Gerakan Mahasiswa > Sosialis),yang menjadi saingan dari GMNI(PNI) ,CGMI(PKI) sedangkan > yang berdasarkan agama Islam, dan Kristen serta Katolik(PMKRI) > kelihatan biasa2 saja kecuali yang NETRAL seperti IMADA(Ikatan > Mahasiswa Djakarta) juga banyak anggota mahasiswa yang akhirnya > menjadi tokoh penting al. dr Marsilam Simandjuntah SH, dll.Partai > GOLKAR dikatakan adalah gabungan dari PSI dan TNI.Apa hubungannya > dengan gedung MEGARIA? Gedung Megaria pada waktu itu termasuk gedung > yang MEGAH dan LUKS dan adalah milik orang KAYA yang BERJUIS. Maka > Megaria sempat diisukan sebagai milik orang PSI yang adalah SETAN > KOTA(menurut PKI). > Wasalam, > Wal Suparmo
