Saya berpendapat bahwa pandangan ini hanya berlaku kepada Pribadi 
masing-masing.
  Bila saya atau saudara yang lain merasa puas dengan kondisi yang ada, maka 
apapun agamanya dia akan bersyukur.
  Tokoh utama terorisme katanya sangat kaya raya en tokh dia merasa terkuci dan 
merasa dendam termasuk kepada pemerintah Saudi.
  Indonesia Sebagai Negeri yang dihuni mayoritas Muslim, mestinya tidak ada 
lagi yang mengklaim bahwa muslim di Indonesia dipinggirkan atau dijadikan warga 
kelas 2. Namun, tidak jarang mereka yang berprasangka demikian dan menjadi 
bibit ketidak puasan.
  Nah, lupakan Inggris
  lakukan pendekatan dan pencerahan didalam negeri

  ----- Original Message ----- 
  From: Tri Handoko Seto 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, March 12, 2007 1:20 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Muslim Indonesia dan Muslim Inggris


  hmmm.... saya tidak yakin dengan pendapat di bawah ini. mereka keras karena 
dinomorduakan? kalaupun mereka bisa menguasai inggris, maka mereka akan masih 
merasa dinomorduakan di dunia. dan akan tetap keras sebelum menguasai dunia. 
kalau sudah keras begitu, sya tidak yakin kalau setelah menguasai duniapun 
mereka tidak tetap keras memaksakan 100% penghuni dunia menjadi muslim. 

  ----- Original Message ----
  From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Monday, March 12, 2007 12:10:10 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Muslim Indonesia dan Muslim Inggris

  Oleh Rakaryan Sukarjaputra

  http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0703/ 12/ln/3369495. htm

  ============ ========= ===

  Kalaupun kemudian 

  terlihat sikap-sikap yang lebih "keras" dari beberapa kelompok warga 

  Muslim di Inggris, hal itu lebih karena mereka secara politik masih 

  merasa dinomorduakan di tengah warga Inggris Raya yang cukup 

  heterogen itu. 

  

Kirim email ke