Saya heran apa yang menjadikan MURI memberikan penghargaan konvoi 400 kendaraan 
HD itu memecahkan rekor?
APA NYA YANG REKOR?
Apa karena jumlahnya sampai 400 buah HD itu?
Atau karena panitianya sanggup "membayar" MURI untuk mengeluarkan selembar 
kertas yang berisi pengakuan 
bahwa kejadian itu pemecah rekor ? 
Kalau menurut saya memang konvoi itu patut diberikan pemegang pemecah rekord 
PENGHASIL KEBISINGAN SUARA YANG PALING BESAR. 
Kok rasanya MURI makin jauh dari cita cita nya menjadikan dirinya sejajar 
dengan GUINESS BOOK OF RECORD.
Apa ada yang tahu apakah memang harus membayar sesuatu kepada MURI jika ingin 
menerima selembar kertas pemecah rekor?

Rasanya orang gila yang bisa memanjat menara listrik tegangan tinggi sebenarnya 
pantas diberikan julukan "PEMECAH REKOR" tapi karena tidak sanggup membayar 
maka ya malah dianggap "ORANG GILA".

Wassalam
Hardjo
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
 
----- Original Message ----- 
From: Louisa Tuhatu 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, March 13, 2007 9:09 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Konvoi Motor Harley Davidson - Pak Harry & 
Didi


Belum lama ini saya menyampaikan di milis ini perasaan "marah" saya ketika
harus dipinggirkan oleh konvoi mobil Ferrari.

Pada saat itu ada yang menuduh saya iri hati karena si penulis merasa
menikmati pemandangan parade Ferrari itu.

Saya tidak mau munafik, saya memang merasa iri dengan para pemilik Ferrari
dan HD ini (yang kebetulan juga berpapasan dengan saya).

Saya merasa iri dengan segala keistimewaan dan kemudahan yang mereka terima.

Sangat sering saya melihat ambulans yang sudah menyalakan sirene masih tidak
dapat menyeruak di kemacetan ibu kota. Polisi yang jelas-jelas berada di
persimpangan jalan sama sekali tidak memberikan perhatian kepada bunyi
sirene ambulans. Entah berapa nyawa terbuang sia-sia hanya karena ambulans
tidak dapat sampai dengan cepat. 

Jadi, saya memang merasa iri hati terhadap warga negara kelas prima yang
dengan kekayaannya bisa membeli segala kemudahan.

Saya merasa iri karena sebagai pembayar pajak yang patuh saya masih tidak
bisa menerima pelayanan dari pamong masyarakat karena mereka lebih sibuk
melayani yang membayar.

Untuk para pemilik dan pengguna HD dan Ferrari maupun kendaraan sport
lainnya, seharusnya sebelum membeli Anda harus sadar bahwa kondisi jalan
raya di Jakarta tidak cocok untuk kendaraan Anda itu. Kalau masih tetap
ingin membeli dan menikmati barang-barang tersebut, berlagaklah di tempat
lain yang bisa membuat Anda nyaman tanpa harus mengganggu dan menyakiti hati
orang lain.

/louisa

Kirim email ke