Terlepas dari setuju atau ketidaksetujuan berkaitan dengan konvoi ini... dimana 
saya termasuk orang yang gak setuju dan juga gak mendukung ...  istilah Jawanya 
 .. ora Nggagas blas.... arep konvoi karepmu.. ora konvoi yo karepmu ... (mau 
konvoi terserah.. mau tidak konvoi ya terserah .. malah lebih bagus...)
   
  Seinget saya, yang namanya memecahkan rekor itu .... karena ada rekor 
sebelumnya atas hal yang sama... misalnya dulu ada konvoi 100 HD trus sekarang 
jadi 400 HD berarti rekor [100] HD itu telah dipecahkan..... 
  Saya tidak tahu kalau berkaitan dengan hal ini, sebelumnya telah ada 
rekornya.... 
  Mungkin lebih tepatnya -apabila sebelumnya belum ada rekor- memakai istilah 
mencatatkan rekor saja....
  Trus berkaitan dengan rekor... setahu saya, pemecahan suatu rekor itu 
berkaitan dengan prestasi.. misalnya pelari jadoel kita Mas Purnomo atau Mardi 
Lestari... menjadi pemegang rekor lari 100 meter di Asia Tenggara....  di SEA 
Games.
  Lha prestasi mereka ini berdampak pada dapatnya medali emas dan naiknya pamor 
bangsa kita -di Asteng- sebagai bangsa yang terkuat dalam hal lari... 
  Pada saat itu, meskipun saya masih SD dan hidup di Desa ... saya bisa ikut 
bangga dengan prestasi mereka.... saya ingat bagaimana Bapak-bapak yang 
nongkrong di prapatan (perempatan) jalan dekat rumah saya menceritakan dengan 
bangga prestasi mereka..... 
  Atau pada waktu Ibu Pratiwi Sudharmono dicalonkan sebagai astronot wanita 
pertama di Indonesia dan mungkin pertama di Asia.. kami semua bangga dengan hal 
itu.... 
   
   Apakah MURI akan mencatat konvoi ini dalam 2 kategori.. konvoi kendaraan 
bermotor roda 2 dan konvoi HD...
  Lha terus sekarang ada berita pemecahan Rekor MURI berkaitan dengan konvoi 
400 HD ... prestasinya dimana..... ???? 
   
  Lha kalo cuma konvoi 400 kendaraan roda 2 aja.. tanpa melihat HD atau merek 
lain... ntar pas Kampanye rekor itu pasti kalah..... mungkin juga kalah jauh 
sama konvoinya Jack Mania kalau Persija Tanding atau konvoinya FBR...  
  Gimana MURI... apakah mereka harus membayar dulu baru bisa di catat..... 
   
  Dan saya yakin Kang Bejo, Kang Nasip, Kang Tamno yang nongkrong di prapatan 
dekat rumah saya juga tidak terpengaruh dengan konvoi ini .... bahkan pernah 
ada orang bawa motor besar di kampung saya ... hanya dikomentari oleh mereka 
"... kendaraan kok suarane gur mbrebegi kuping wae....."  (Kendaraan kok 
suaranya cuma memekakkan telingan aja...) .... 
   
  DS
   
   
  

"/\\/\\ o + u |_ z" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Setahu saya.. setiap orang / kelompok bisa masuk ke MURI (kategori 
tantangan) dengan cara membayar propose sekian puluh juta untuk kedatangan tim 
MURI.. lantas kalo berhasil membayar sisanya sekian juta. Tapi kalo gagal ya 
uang propose tadi hangus.

Misalnya nih.. FPK mengundang MURI untuk memecahkan rekor : posting terbanyak 
dalam 24jam.. atau Pak Hadjo ingin menjadi orang yang melakukan chatting 24 jam 
tanpa henti. Nah undanglah panitian MURI dengan biaya propose tadi sekian juta. 
Nanti mereka datang untuk mengawasi jalannya "tantangan" tersebut. Jika 
berhasil maka Pak Hardjo bayar sekian juta lagi untuk keberhasilan tersebut. 
Kalau gagal ya gak perlu.. tapi biaya propose tadi hangus alias gak bisa 
dikembalikan.

Berbeda dengan MURI kategori hal unik, misalnya orang tertinggi.. orang 
tergendut.. dlsb Mungkin mereka gak perlu bayar propose tadi.

Nah.. kebayang kan jika gank HD ini bisa masuk MURI? ya gak susah lah.. berapa 
sih musti bayar MURI.. dan gak susah mereka mengumpulkan 400 motor HD, lha wong 
pesertanya itu ada yg pemilik toko HD koq.. tinggal suruh orang2nya aja pake.

Salam
Motulz

Kirim email ke