Rekan, saya rasa bukan masalah dewasa atau anak2 yg banyak terpengaruh oleh maraknya VCD porno, tapi bahwa ada efek dekadensi moral lewat mudahnya film2 tersebut dibeli, ya itu yg jadi keprihatinan kita.
Mau guru, guru agama, tukang pos, pejabat, gubernur, tukang sampah, polisi, atau siapa kek, kalau pikiran dan penalarannya kurang, begitu nonton film ini bawaannya ya horni dan cari penyaluran! Masih mending kalau punya istri atau pacar lah, tapi kalau nggak, jatuhnya ke lokalisasi atau perkosa anak orang... kan gawat! Jadi, yg salah memang bukan vcd-nya, tapi kemudahan utk mendapatkannya itu yg harus ditertibkan! Saya kok berpikirnya gini, kenapa ya gak dilegalkan sekalian, di kawasan tertentu, yg masuk dan ingin beli harus didaftar KTP/SIM-nya (semacam member), dengan pajak tinggi sehingga harga jual jg tinggi. Kan lumayan bisa utk pendapatan daerah dan membatasi peredarannya. Yang jualan atau beli diluar wilayah itu, ya disikat bener sampai akar2nya... Tapi bisa gak ya kalau bekingnya ternyata tukang bayari polisi atau dekat dgn kekuasaan??? Totot --- In [email protected], "JG" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > lebih abnyak orang dewasa yang melakukan hal tersebut daripada anak2.. > bahkan guru agama pun bisa berbuat hal2 yang terceka pada muridnya.. > > apakah hal tersebut dapat menyalahkan vcd2 itu??? > > > Kind Regards, > > Jc
