Saya kebetulan kenal DirJen Pajak yang sekarang karena beliau pernah menjadi Komisaris Utama di tempat saya bekerja. Sepanjang yang saya ketahui, beliau itu orang yang sederhana dan sepertinya bukan orang yang memiliki kecenderungan untuk ber-HD ria (CMIIW). Salam.
--- Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Kukuh Yth, > > Gimana kalau Dirjen pajak adalah juga salah satu > pemilik Harley Davidson itu sendiri? Alih-alih harus > bayar pajak, malahan semua belajar untuk bagaimana > menghindari pembayaran pajak, bukan? > Mudah-mudahan sich Dirjen Pajak bukan salah satu > pemilik HD, kalaupun iya, maka harus mengajarkan > norma-norma yang baik bagi pemilik HD di Indonesia. > Membayar pajak dengan benar, tidak mengganggu > pemakai jalan raya yang lain-nya. Tidak membuat > "noise polution" dengan suaranya yang memekak-kan > telinga (yang menurut salah satu anggota FPK, hanya > satu angka - "decibel" - dibawah pesawat terbang jet > yang akan "take off"). My goodness! Harus selalu > membawa "ear plug" - just incase dijalanan ketemu > dengan se-rombongan HD untuk menjaga gendang telinga > kita. > > Salam, > Yuli
