Di POJOKnya, di Kompas hari ini, keliatannya Mang Usil masih tetep saja Usil. Begini bunyinya :
Uang Rp 227 milyar per bulan diterima oleh 66.000 PNS bergaji dobel dan 341.000 PNS status tak jelas. --> Makan dari dua piring sekaligus, dong! Untungnya Mang Usil masih suka Usil, jadi kita2 tahu apa yg sebenarnya terjadi di lingkungan per-PNS-an kita. Kita jadi tahu, uang kita sebagai rakyat ternyata dilahap oleh oknum2 PNS atau pihak2 yg mengatasnamakannya. Sementara rakyat lainnya ... gak mampu lagi beli beras. Saya punya kawan baik. Seorang PNS. Dia bertugas beberapa tahun di sebuah kota Kecil. Lalu beliau mengikuti suami pindah (mutasi) ke Propinsi lain. Apa yg terjadi??? Ternyata sekian tahun kemudian beliau baru tahu bahwa di kantornya yg lama dia masih tetap dapat GAJI setiap bulannya, padahal di tempat yg baru juga sudah resmi terima gaji. Untung beliau jujur. Beliau tidak mau ambil UANG HARAM tersebut, karena itu bukan haknya. Ada juga seorang ekonom yg politikus. Dalam seminarnya beliau bercerita, bahwa ternyata selama dia NON-AKTIF PNS-nya karena aktif di Parpol, seharusnya berhenti gajinya, tetapi ternyata GAJI jalan terus. Dia juga gak mau ambil. Itu kejadian beneran. Mungkin termasuk dari yg 66.000 tadi ya. Kalau melihat modus semacam itu. Kemungkinan besar terjadinya dobel atau tidak jelas tersebut adalah SISTEMIK. Sengaja diatur oleh SISTEM. Ada oknum yg sengaja memelihara data tersebut untuk kepentingannya atau kepentingan sekelompok orang tertentu. Bagaiman Negara ini? Masak angka sedemikian besarnay bisa gak ketanganan? Bagaimana nanti pertanggungjawabannya di akhirat ???? Maspri
