Mudah-mudahan acara seperti ini tidak sebatas hanya suatu bentuk 'rekreasi' 
saja.....
  kegiatan apresiatif ibu-ibu ini akan lebih punya bobot jika ditindak lanjuti 
dengan beragam kegiatan mengedukasi masyarakat 
  dalam bentuk publikasi baik bersifat ilmiah maupun populer 
  dan juga pengelolaan langsung potensi budaya di masyarakat khususnya yang 
masih terpendam

  salam,
  yolanda
  
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/14/Politikhukum/3383861.htm
========================

Istana Bogor yang menyatu dengan Kebun Raya Bogor lebih semarak, 
Selasa (13/3). Kesemarakan itu tidak hanya karena membeludaknya 
populasi rusa tutul di halaman yang berjumlah sekitar 800 ekor. Tidak 
juga karena foto kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush di 
Bogor, 20 November 2006, yang disebar di hampir semua ruang utama 
istana. 

Istana Bogor menjadi lebih semarak karena Ketua Ria Pembangunan Ny 
Ani Yudhoyono sebagai tuan rumah menggelar acara "Coffee Morning" 
atau Ngopi Pagi, kalau dibahasaindonesiakan. Biasanya, agenda tahunan 
nyonya-nyonya pejabat ini digelar di Istana Negara. Istana Bogor 
tentu dipilih sebagai tempat acara karena layak dinikmati dan 
dikagumi bangunan, taman, dan koleksi karya seninya. 

Lebih dari 250 istri pejabat diundang. Mereka anggota dan sesepuh Ria 
Pembangunan yang terdiri atas istri pejabat dan mantan istri menteri. 
Diundang juga istri duta besar negara sahabat di Indonesia dan istri 
kepala lembaga internasional di Indonesia. 

Menurut Ketua Pelaksana Ngopi Pagi, Ny Triesna Jero Wacik, selain 
untuk mempererat persahabatan, acara digelar untuk promosi keragaman 
budaya dan pariwisata Indonesia. Untuk itu, dua provinsi, yaitu Riau 
dan Kalimantan Tengah, diminta mengisi acara, mulai dari menyiapkan 
camilan, pameran kerajinan, tari-tarian, hingga makan siang khas 
daerah masing-masing. 

Tahun 2006, acara serupa yang digelar di Istana Negara meminta 
Provinsi Kepulauan Riau dan DI Yogyakarta sebagai pengisi acara. Bagi 
Ny Ani, ini merupakan acara tahunan ketiga yang digelarnya sejak 
Presiden Yudhoyono dilantik sebagai Presiden RI, Oktober 2004. 

Setelah seluruh undangan datang dan memenuhi Ruang Garuda, Ny Ani 
Yudhoyono dan Ny Mufidah Kalla berjalan di tengah riuh tepuk tangan 
istri-istri pejabat menuju kursi utama. Penuangan teh seduh oleh Ny 
Ani ke cangkir Dubes Thailand untuk Indonesia Ny Atchara Suyadnan dan 
Ny Mufidah ke cangkir istri Dubes Spanyol Lourdes Burdiel mengawali 
rangkaian acara. 

Menggunakan podium Garuda yang biasa dipakai Presiden Yudhoyono, Ny 
Ani memberi sambutan dalam dua bahasa: Inggris dan Indonesia. 
Disinggung mengenai perubahan iklim yang menimbulkan sejumlah bencana 
alam di Indonesia yang memunculkan keprihatinan, Ny Ani secara khusus 
minta maaf atas ketidaknyamanan karena banjir Jakarta. 

Selanjutnya, peragaan budaya (busana dan tari Dayak dan Melayu) 
ditampilkan di tengah tatapan istri-istri pejabat. Tarian Rentak 
Bulian dari suku pedalaman Talang Mamak, Riau, membuka acara. Tarian 
berikutnya adalah Sababuka Kabupaten Kapuas yang menurut 
koreografernya, Erliansyah Narpan Apoi (27), bercerita tentang 
kesetaraan laki-laki dan perempuan. 

Ada juga peragaan belasan busana pengantin khas Melayu dan Dayak. 
Memberi nuansa modern, peragaan busana batik rancangan Chossy Lattu 
oleh para model cantik. Keindahan batik yang melekat di tubuh-tubuh 
molek para model menarik perhatian Ny Ani. Seorang model ditarik rok 
batiknya untuk dicermati bahan dan motifnya. 

Saat makan siang, memulai percakapan, para istri pejabat ini saling 
memuji pakaian dan kain yang dikenakan. Setelah cukup kenyang, 
keindahan Istana Bogor dinikmati dan dikagumi. 

Selamat mencecap aroma Coffee Morning, meskipun tanpa kopi.... (Anton 
Wisnu Nugroho) 



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke