Kalau sekarang disebut "Negeri Penuh Petaka", mungkin besok lusa tidak mustahil ada penulis yang sudah berani berteriak menyebut Indonesia dengan julukan "Negeri Terkutuk". Saya setuju kita semua kecewa dan prihatin akan segala musibah yang melanda kita akhir-akhir ini. Tetapi saya masih yakin hidup di negeri kita tidak buruk-buruk melulu sekalipun memang tidak bisa dikatakan nyaman atau menyenangkan. Kalau dari kacamata positifnya, bisa didaftar berapa banyak negara di muka bumi ini yang justeru lebih buruk dari kondisi Indonesia sekarang. Tapi saya memang setuju bahwa kesadaran untuk berubah kearah yang lebih baik dan maju mesti digerakkan secara serius sejak kini, jangan menunggu segalanya semakin parah. Karena lama-lama semakin mahal cost untuk merehabilitasi keadaan.
Deklarasi tobat nasional, tobat individu dan dakwah agama itu memang perlu dan silakan saja, tapi diatas semuanya itu harus ada kelompok yang berani menegakkan aturan hidup bertetangga, bermasyarakat dan bernegara. Bukankah kebanyakan musibah terjadi karena ada orang (baik secara perorangan ataupun kolektif) yang seenaknya melanggar aturan itu? Orang yang tidak peduli menjaga keselamatan diri, tetangga,masyarakat bangsa dan manusia secara keseluruhan (terlepas apakah dia beragama atau tidak) ya resikonya akan mengganggu keselamatan bersama. Kalau di negara sekuler, atheis dan komunis saja orang hidup tertib dan tidak banyak mengalami kecelakaan, kenapa di negeri kita yang hari-hari menyebut nama Tuhan terjadi banyak musibah? Apakah Tuhan mengutuk kita? Tapi kenapa Tuhan tidak mengutuk bangsa anti Tuhan, sekuler dan sejenisnya? Apa Tuhan sayang kita dengan cara menegur melalui musibah? Bagi saya jawaban ini hanya benar bersifat kasuistik. Yang jelas Tuhan tidak akan membela seorang hambanya yang naik motor menurut seleranya sendiri sekalipun dia orang beriman. Tapi orang yang tidak mengenal Tuhan pun tentu akan punya probabilitas lebih selamat jika orang ini naik motor ikut aturan dan mementingkan keselamatan. SH On 3/9/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oleh Aloys Budi Purnomo > Rohaniwan; Pemimpin Redaksi Majalah INSPIRASI, Lentera yang > Membebaskan, Semarang > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/09/opini/3371751.htm > ============================ > > Negeri kita yang selama ini dikenal sebagai gemah ripah loh jinawi > telah berubah wajah. Siapa pun kita yang hidup di Indonesia ternyata > ada di bawah bayang-bayang maut! > > Maut terus merenggut bukan sebagai kewajaran, tetapi dalam skala > besar dan massal akibat bencana dan musibah. >
