saya yakin bila hubungan komunikasi yang baik dan terjaga antara suatu 
"keluarga inti" dengan kedua keluarga besar dari pihak suami maupun pihak istri 
dapat menjadi kunci untuk meniadakan atau meminimalkan timbulnya perilaku tak 
wajar tersebut sebagaimana kasus bunuh dan bunuh diri pada topik ini.
   
  salam,
  csd

Blasius Slamet Lasmunadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dear all, rekan-rekan milis FPK ytk., 
Kenyataan orang bunuh diri dan membunuh orang yang terdekatnya rupa-rupanya 
menjadi sebuah "tragedi" yang memilukan, dalam satu minggu sudah terjadi 2 
kasus serupa. Kesulitan ekonomi yang tidak teratasi menjadi pemicu orang untuk 
bunuh diri dan membunuh sesamanya. Namun meskipun ada banyak orang 
disekitarnya, saudara-saudari dekatnya tahu akan masalah itu, toh juga belum 
ada "tanggapan yang nyata". 

Rasanya tidak ada gunanya kita menyalahkan mereka yang sudah mati. Jauh lebih 
baik dari tragedi itu, ada pelajaran yang mesti diangkat ke kesadaran bersama:
1. kepentingan untuk membuat "net-work" dalam mengatasi masalah sosial: ekonomi 
keluarga. Kalau informasi masalah ekonomi keluarga menjadi bahan pembicaraan 
serius antar para saudara kandung atau keluarga besarnya, rasanya ada jalan 
untuk mengatasi. Atau kesulitan ekonomi keluarga juga dapat menjadi bahan 
pembicaraan di tingkat RT-RW. 
2. P[erlu diperdalam paham "bahwa hanya Tuhan yang memiliki hak untuk 
menghidupkan dan mematikan" serta paham tentang "hidup yang bertanggung jawab".
3. Persiapan perkawinan menjelang nikah itu mendesak dan penting supaya orang 
tahu tujuan perkawinan dan hidup berkeluarga: cara mengatasi masalah dalam 
keluarga, cara mengatasi konflik dst.
4. Orang sering mengatakan hidup berkeluarga itu tidak cukup cinta, tapi butuh 
uang juga. Cinta yang bertanggung jawab itu diimplementasikan dalam 
menyejahterakan keluarga. Kesejahteraan berkaitan erat bukan dengan uang atau 
pekerjaan melainkan berkaitan erat dengan kepribadian. Kesulitan ekonomi itu 
muncul karena salah satunya, kekurangmampuan me-manage- diri.
5. Terbuka peluang pendampingan bagi kaum muda yang akan menikah agar mereka 
menjadi orang yang "survival", tahan banting, dan memiliki wawasan mendalam 
tentang hidup perkawinan dan keluarga.

Pelajaran dari tragedi ini begitu mahal, namun sia-sialah tragedi itu kalau 
tidak menjadi titik balik untuk mulai menyadari kepentingan "mengolah diri dan 
hidup" agar hidup tidak disia-siakan melainkan dipertanggungjawabkan!

salam hangat,
bslametlasmunadipr

__________________________________________________________
Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke