http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/02/03174153/amien.rais.gus.dur.ikon.pluralisme


Yogyakarta, Kompas - Meskipun menilai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai 
tokoh kontroversial, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais 
sangat setuju apabila Gus Dur dianugerahi gelar pahlawan nasional. Amien Rais 
menilai Gus Dur adalah ikon pluralisme.

Amien Rais mengemukakan hal tersebut seusai berceramah pada pengajian menyambut 
Tahun Baru di Masjid Gedhe, Keraton, Yogyakarta, Kamis (31/12) malam. Amien 
saat berceramah mengucapkan doa bagi Gus Dur.

Ia berpendapat, Gus Dur merupakan tokoh yang diterima segenap bangsa Indonesia. 
"Saat menjadi Presiden, Gus Dur melakukan desakralisasi kekuasaan. Istana 
dijadikan rumah rakyat. Orang bisa lalu lalang. Meski agak berlebihan, tidak 
ada lagi keangkeran kekuasaan," kata Amien.

"Wajib itu kalau Gus Dur jadi pahlawan nasional," tegas Arbi Sanit, pengamat 
politik dari Universitas Indonesia, Jumat.

Menurut Arbi, Gus Dur dalam reformasi telah menegakkan sistem presidensial 
dengan melakukan dekrit ke DPR. Dua tahun setelah itu, amandemen UUD 1945 
menyatakan tentang sistem presidensial. Dari segi politik, Gus Dur juga 
menyederhanakan kabinet serta memelopori demokrasi di berbagai lini.

Secara terpisah, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengaku khawatir 
sepeninggal Gus Dur, pluralisme di Indonesia akan terancam. Apalagi sampai saat 
ini belum ada satu tokoh pun yang mampu menggantikan posisi Gus Dur. "Kita 
kehilangan orang besar yang selama ini mengidealisasikan tidak hanya demokrasi, 
tetapi juga pluralisme," kata dia.

Menurut Sultan, pluralisme terancam apabila pendekatan yang dipilih untuk 
membangun bangsa ini lebih mengutamakan pendekatan ekonomis ketimbang 
pendekatan kebudayaan yang berperadaban.

Budayawan Garin Nugroho juga mengatakan, pada era ini pluralisme adalah isu 
yang sangat penting. Anarkisme terhadap minoritas dan agama akan tetap menjadi 
gejala yang dominan di masa depan. "Penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional 
tidak saja akan merayakan pluralisme, tetapi juga akan melahirkan 
pahlawan-pahlawan baru yang menjunjung pluralisme," kata Garin.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi juga memberikan dukungannya 
agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional. Alasannya, Gus Dur meletakkan dasar 
supremasi sipil, reformasi demokrasi, terutama bagi minoritas, dan 
memperlihatkan wajah Islam Indonesia yang modern di mata dunia.

"Hal ini di antaranya terlihat dari kebijakannya berkaitan dengan kebudayaan, 
surat kabar, dan hari Tahun Baru China," kata Sofjan. (RWN/PRA/ARA/EDN)

Kirim email ke