Wah, jika benar ada pojok khusus untuk tunanetra di perpustakaan Gus Dur, itu 
ide brilian, dan memang bukti nyata membela kaum minoritas, tunanetra.

Salam pluralitas
Aria.

  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 05, 2010 10:05 AM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Yenny Wahid: Keluarga Akan Melanjutkannya


    
  
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/04/03114787/yenny.wahid.keluarga.akan.melanjutkannya.

  Jombang, Kompas - Cita-cita Presiden Republik Indonesia (1999-2001) KH 
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan 
toleran akan diteruskan keluarga besarnya. Putri kedua Gus Dur, Zannuba Arifah 
Chafsoh Rahman atau Yenny Wahid, bersama suaminya, Dhohir Farisi, Sabtu (2/1) 
malam, menegaskan hal itu di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, 
Jawa Timur.

  "Cita-cita Bapak (Gus Dur) adalah Indonesia damai dan toleran. Kami berdua 
(Yenny dan Dhohir) akan meneruskannya," kata Yenny.

  Menurut Yenny, Gus Dur semasa hidupnya merasa lega, perdamaian dunia mulai 
terwujud. Hal lain yang juga patut dicatat adalah pemikiran Gus Dur yang dulu 
dianggap kontroversial, saat ini justru menjadi arus besar pemikiran banyak 
kaum muda.

  "Saya rasa Gus Dur kini tersenyum," ujar Yenny. Ia menambahkan, Gus Dur 
semasa hidupnya yakin pula Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan 
pendapatan per kapita penduduknya mencapai 5.000 dollar Amerika Serikat per 
tahun.

  Mengenai sikap pembelaan Gus Dur yang total pada kaum terpinggirkan semasa 
hidupnya, Yenny meyakinkan, sekarang sikap itu akan diteruskannya. "Bisa 
mengadu kepada kami semua, dan kami meminta negara melindungi mereka," tuturnya.

  Yenny mengemukakan, rencana keluarga dalam beberapa bulan ke depan adalah 
menata ulang koleksi buku Gus Dur yang mencapai ribuan judul dan tersebar di 
sejumlah lokasi. Kelak, buku itu akan dikumpulkan dalam sebuah lokasi khusus 
yang akan menjadi Perpustakaan Abdurrahman Wahid. "Lokasinya bisa di Wahid 
Institute atau di Ciganjur," imbuhnya.

  Hal penting dari perpustakaan itu, menurut Yenny, adalah rencana mengadakan 
pojok khusus bagi penyandang tunanetra agar bisa menikmati koleksi Gus Dur 
dengan teknologi buku bersuara.

  Secara terpisah, adik kandung Gus Dur, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, 
Sabtu, mendukung keinginan sebagian masyarakat untuk menjadikan Gus Dur sebagai 
pahlawan nasional. Grup di jejaring Facebook yang menggalang dukungan untuk 
pemberian gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur sudah beranggotakan ribuan 
orang. (ink)



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke