http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/04/03114787/yenny.wahid.keluarga.akan.melanjutkannya.
Jombang, Kompas - Cita-cita Presiden Republik Indonesia (1999-2001) KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan toleran akan diteruskan keluarga besarnya. Putri kedua Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh Rahman atau Yenny Wahid, bersama suaminya, Dhohir Farisi, Sabtu (2/1) malam, menegaskan hal itu di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. "Cita-cita Bapak (Gus Dur) adalah Indonesia damai dan toleran. Kami berdua (Yenny dan Dhohir) akan meneruskannya," kata Yenny. Menurut Yenny, Gus Dur semasa hidupnya merasa lega, perdamaian dunia mulai terwujud. Hal lain yang juga patut dicatat adalah pemikiran Gus Dur yang dulu dianggap kontroversial, saat ini justru menjadi arus besar pemikiran banyak kaum muda. "Saya rasa Gus Dur kini tersenyum," ujar Yenny. Ia menambahkan, Gus Dur semasa hidupnya yakin pula Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan pendapatan per kapita penduduknya mencapai 5.000 dollar Amerika Serikat per tahun. Mengenai sikap pembelaan Gus Dur yang total pada kaum terpinggirkan semasa hidupnya, Yenny meyakinkan, sekarang sikap itu akan diteruskannya. "Bisa mengadu kepada kami semua, dan kami meminta negara melindungi mereka," tuturnya. Yenny mengemukakan, rencana keluarga dalam beberapa bulan ke depan adalah menata ulang koleksi buku Gus Dur yang mencapai ribuan judul dan tersebar di sejumlah lokasi. Kelak, buku itu akan dikumpulkan dalam sebuah lokasi khusus yang akan menjadi Perpustakaan Abdurrahman Wahid. "Lokasinya bisa di Wahid Institute atau di Ciganjur," imbuhnya. Hal penting dari perpustakaan itu, menurut Yenny, adalah rencana mengadakan pojok khusus bagi penyandang tunanetra agar bisa menikmati koleksi Gus Dur dengan teknologi buku bersuara. Secara terpisah, adik kandung Gus Dur, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, Sabtu, mendukung keinginan sebagian masyarakat untuk menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Grup di jejaring Facebook yang menggalang dukungan untuk pemberian gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur sudah beranggotakan ribuan orang. (ink)
