Seandainya insiden ini benar-2 terjadi seperti yang diwartakan oleh media massa,maka lengkap sudah kesombongan dan pelecehan PT.Freeport terhadap bangsa dan negara ini,mereka sudah berani memprovokasi pihak-2 lain untuk memboikot PT.Garuda dengan tidak memberikan fasilitas pengisinan AVTUR.dan Garuda adalah milik pemerintah Indonesia.
Cara terbaik untuk menghukum PT.Freeport adalah,menurunkan status bandara tersebut dan pemerintah mengambil alih operasionalnya,dan jangan ada satu patah katapun permintaan maaf oleh Garuda kepada PT.Freeport,karena ulah oknum pejabat Freeport yang arogan. Beri PT.Freeport pelajaran bahwa negara Indoneisa ini punya PRIDE. --- On Tue, 1/5/10, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote: From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Insiden Garuda di Timika, Dephub Panggil Pengelola Bandara To: [email protected] Date: Tuesday, January 5, 2010, 2:24 PM Bung Ignas Iryanto, Masalahnya Bandara itu dibangun oleh Freeport dan memang milik Freeport. Pemerintah rencananya akan membangun Bandara sendiri dekat Bandara milik Freeport ini. Selama Bandara yang akan dibangun oleh Pemerintah belum terlaksana, maka digunakanlah Bandara milik Freeport tersebut. Walaupun demikian, tidaklah pantas pihak Freeport melecehkan Pemerintah Indonesia, mentang - mentang Freeport adalah Penguasa Perekonomian di Timika dan juga Papua. Freeport kelihatannya lupa bahwa mnereka bisa kaya karena didapat dengan cara menguras hasil tambang yang ada di Papua dan Papua adalah bagian dari Wilayah NKRI. Salam, Adyanto Aditomo
