Perlu Solidaritas Antaranggota
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/16/daerah/3393212.htm
====================

SEMARANG, KOMPAS - Karena harus berhadapan dengan tiga masalah 
sekaligus, polisi merupakan profesi yang penuh dengan suasana stres. 
Untuk mengatasi stres itu diperlukan solidaritas dan saling 
pengertian, baik dari antaranggota maupun dari atasannya. 

Pakar hukum dari Universitas Diponegoro Semarang, Prof Satjipto 
Rahardjo, Kamis (15/3), menyatakan, tiga masalah utama yang selalu 
dihadapi seorang anggota Polri adalah kejahatan dan aneka pelanggaran 
hukum, bekerja dalam jalur komando, dan masih harus menghadapi 
masalah kehidupan dalam keluarganya. Oleh karena itu, komunitas 
polisi perlu bersama-sama mengatasi faktor-faktor stres ini. 

"Faktor-faktor stres itu memberikan kontribusi dalam pembentukan 
kepribadian dan kinerja seorang polisi. Faktor-faktor itu juga tanpa 
disadari menumbuhkan rasa tertekan dalam menjalankan profesi itu," 
katanya. 

Kasus penembakan Ajun Komisaris Besar Lilik Purwanto oleh anak 
buahnya, Brigadir Satu Martinus Hanche Christijanto (bukan Hance 
Christianto), bisa diasumsikan sebagai ledakan akumulasi persoalan-
persoalan itu. Kepindahan Hanche ke Kepolisian Resor Kendal menjadi 
pemicu meledaknya gunung es itu. 

Setiap polisi perlu menyadari situasi yang tidak bisa dihindari ini. 
Untuk itu, komunitas polisi, baik horizontal maupun vertikal, perlu 
saling menyadari bahwa mengatasi stres adalah "pekerjaan" bersama 
polisi juga. 

"Misalnya di tingkat horizontal, jika ada rekan kerjanya menunjukkan 
tanda-tanda tertekan dan lelah berlebihan, yang lain bisa bergantian 
tugas. Seorang atasan juga perlu peka dengan kondisi bawahan. Jika 
bawahan terlihat tertekan dan lelah, dia bisa meminta bawahan itu 
untuk istirahat satu sampai dua hari," katanya. 

Sementara itu, penanganan kasus penembakan terhadap Lilik itu 
sekarang ditangani Polda Jawa Tengah. "Kasus ini sudah ditangani oleh 
Polda," kata Kepala Polwiltabes Semarang Kombes Guritno Sigit 
Wiranto, yang enggan mengomentari lebih jauh kasus tersebut. 

Kepala Direktur Reserse Kriminal Polda Jateng Kombes Masjhudi yang 
dihubungi secara terpisah semalam juga enggan berkomentar banyak 
tentang perkembangan kasus tersebut. 

Jenazah Hanche kemarin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum 
Kedungmundu, Semarang. Jenazah sempat disemayamkan satu hari di rumah 
duka yang terletak di asrama polisi Kabluk, Gayamsari. 

Pihak keluarga yang terpukul atas peristiwa itu tak mengizinkan 
wartawan mendekat ke rumah duka. (AB4/AB1/CHE) 


Kirim email ke