Semoga saja bukan Air Asia, Mas Andi.
Saya kagum lho dengan kecakapan dan kecekatan pramugarinya, yang mau-maunya 
memunguti lunch box kosong ke kantong (sampah) plastik besar, dan ditarik 
sendiri (padahal beraat).

Satu lagi pelajaran dari "negri jiran" (head officenya Air Asia), bahwa tidak 
ada pekerjaan "kasar" atau "halus", yang paling utama : customer satisfication.

Salam.  


----- Original Message ----
From: si_andi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, March 16, 2007 9:29:36 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Sebuah Maskapai Akan Dilikuidasi

Kalau yang dimaksud itu Adam Air, sepertinya tidak dilikuidasipun 
akan bubar sendiri.

Dua kali saya beli tiket Adam Air pasca kejadian pesawat hilang, dua-
duanya akhirnya saya dipindah ke pesawat lain karena jumlah 
penumpangnya ternyata tidak cukup. Bukti kalau dia sudah dihukum 
sendiri oleh konsumennya.

Belakangan saya pikir-pikir kok kaya metromini saja. Daripada terbang 
kosong, penumpangnya dioper. Mana warnanya sama-sama oranye lagi.

Tapi saya sependapat dengan yang lain. Pemerintah mestinya 
menjelaskan UU mana yang membenarkan hukuman likuidasi itu. Kalau 
tidak, balik lagi nanti kita diolok-olok sebagai negara tidak punya 
kepastian hukum.

Andi

Kirim email ke