1. Memang memerintah tanpa batas adalah tidak demokratis dan tidak konstitusional, dan itulah yang dilakukan presiden pujaanmu. Jadi, tak elok mengklaim keberhasilan setelah dapat fasilitas long set. Itulah memang intinya. Kamu aja yang gak punya logika makanya kaga ngerti. 2. Hehehe, kekacauan zaman Sukarno jelas lebih bisa dipahami daripada kekacauan zaman Suharto. Apalagi kalo untuk meredam kekacauan dipakai utang yang bertumpuk-tumpuk, sambil digerogoti dari dalam buat mempertebal kocek sendiri. kekacauan zaman Sukarno lebih bermuara pada parlemen yang gonta-ganti, dan itu berkaitan dengan sistem, bukan dengan kinerja presiden. Ada banyak gerakan separatis zaman Sukarno, tapi zaman Suharto juga toh? Cuma zaman Harto gak boleh disiarkan di koran, jadi keliatannya dama-idamai aja. Kamu aja yang sontoloyo mau dikibulin. 3. Soal Indonesia akan jadi komunis atau tidak jika Sukarno memerintah lebih lama, itu cuma spekulasi tak berguna. Lanturan orang bodoh. Zaman Harto Indonesia juga sudah niru gaya komunis kok: maen larang, maen tangkap, maen ganyang, maen siksa, maen culik, maen cekal, plus gabungan sama neolib dan kapitalis! Kombinasi terburuk! 4. Lho? kamu gak tau toh Sukarno bangun banyak infrastruktur? Gelora Senayan, Monas, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi itu sudah dimuali dan dibangun di zaman Sukarno. Apa kamu mau bilang ini prestasinya Harto? Harto bikin jalan layang, iya betul, tapi proyeknya dikasih ke anaknya sendirialias KKN. itu yang kamu puja-puja sebagai prestasi? 5.Kesuksesan ekonomi? Macan Asia? Hahaha, dikibulin IMF malah doyan. Macan ompong Asia maksudnya? Baru aja awal tahun 90-an disanjung-sanjung sebagai calon macan, eh, tahun 1997 rontok total. Pertumbuhan ekonomi dan kesuksesan apa sih yang lagi kamu ngelindurkan ini? 6. Hehehe, tahun 70-an awal rakyat juga sudah muak sama Harto. Gak inget ya ada peristiwa Malari? Saking bekingnya militer, makanya tak tersentuh. Gini kok dibanggakan sebagai seolah-olah Suharto "dicintai rakyat"? Rakyat di kampungmu! 7. Wuahahaha, prestasi olah raga kok diklaim sebagai prestasinya Presiden? Norak full! Yang pahlawan itu atlitnya, booo! Bukan presidennya. Udah kalap amat sih sampai prestasi orang lain diakui sebagai prestasinya? Ini kan gejala orang yang krisis prestasi aja. 8. Hohoho, di masa Orba gak ada gerakan radikal? Ada tapi dibunuhin semua di tempat sama militer tanpa proses pengadilan. Haur Koneng, pesitiwa Lampung, peristiwa priok, komando jihad, pembajakan pesawat di Bangkok, pengemboman candi Borobudur. Ini apa namanya? Ondel-ondel? 9. Hehehe saya tak membanggakan orla. Saya membandingkan orla dengan harto-mu. Buat saya sih dua-duanya payah, tapi kalo mau itung-itungan prestasi, orla masih punya kehormatan, harga diri, keberanian, nasionalisme, dan prinsip, dibanding orba yang kau sayangi itu. Aapakah artinya gue pengen orla kembali. Gak jugalah. Emang kengangguran? Back to laptop yuk!
--- On Sun, 1/17/10, ddinasty <[email protected]> wrote: From: ddinasty <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Gus Dur Pahlawan Nasional, Suharto Penjahat Nasional! To: [email protected] Received: Sunday, January 17, 2010, 1:35 PM --- In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, manneke budiman <hepaesthos@ ...> wrote: > > Hehehe, gimana mau bandingkan prestasi Sukarono dan Suharto kalo Sukarno > memererintah selama 15 tahun sementara Suharto selama 32 tahun? Sukarno > walaupun diangkat jadi presiden RI tahun 1945, secara resmi baru betul-betul > bisa jadi presiden tahun 1949 ketika pengakuan kedaulatan oleh Belanda. > sebelumnya, Sukarno ditangkap dan dibuang ke Bangka, jadi praktis tak bisa > menjalankan tugas sebagai presiden, apalagi revolusi fisik melawan penjajah > masih berlangsung. *** Logika dikau terasa ngaco sekali; bila prestasi seorang presiden dilihat dari berapa lama masa ia memerintah, maka tidak akan pernah ada UU yg membatasi masa jabatan presiden. Yang lebih lumrah dipakai sbg logika adalah; semakin lama masa pemerintahan seorang presiden, maka akan semakin besar kemungkinan tingkat korup dan manipulatifnya, artinya perbandingan masa pemerintahan seorang presiden biasanya berbanding terbalik dgn "prestasi" mereka. jelasnya, dalam kasus RI pertama, (bung Karno), bs dikatakan adagium spt ini; diberi kesempatan memerintah 15 tahun saja negara sudah menjadi sedemikian kacau dan tak terurus, apalagi dikasih waktu 32 tahun? bisa-bisa indonesia sudah menjadi negara komunis-sosialis macam RRC, Kuba atau Soviet. Kalau mau lebih riil melihtanya; infrastuktur apa sih yg telah dibangun jaman Soekarno? coba bandingkan dgn masa HMS, bak bumi dan langit; Mengukur kesuksesan pemerintahan seorang presiden, bisa dilihat dari sisi ini, semakin banyak infrastruktur yg mereka bangun, maka semakin sukseslah tingkat kepemimpinan dia, memang tdk mutlak, tapi indikasi ini mutlak bs dipakai sbg acuan utk melihat tingkat kesuksesan ekonomi. Hal mana karena hanya dgn pembangunan infrastrukturlah maka roda ekonomi dan pemeratanan bs lebih dimaksimalkan. Â > Kalo kau tanya kepada semua mantan presiden, saya yakin semuanya akan > menjawab mampu melampaui prestasi Suharto kalo dikasih waktu 32 tahun untuk > jadi presiden. Hahahaha! *** Aneh, apa istimewanya sebuah janji sbg jargon politik? diberi waktu 2 x 5 tahun saja negara udah babak belur, apalagi mau 32 tahun? logika dikau benar-benar payah. Kalau HMS memang benar-benar bobrok, maka dalam 5 tahun pertama masa pemerintahan beliau rakyat dan para elit udah muak dgn HMS, nyatanya rakyat dan elit waktu itu masih menginginkan HMS terus memimpin, dan ini adalah FAKTA sejarah yg tdk bs anda pungkiri walaupun mungkin bs dikau manipulir. > Â > Ngomong-ngomong prestasi ORBA yang mana sih yang Anda bangga-banggakan di > ASEAN dan Asia itu? Hehehe, Coba diungkap di sini. *** Dikau sok bloon or what? -kapan indonesia pernah menjadi salah satu dari 7 macan Asia? saat ORLA-kah? era GD-kah? Mega-kah? atau SBY? - lihat prestasi olah raga Indonesia? PSSI, Thomas dan Uber Cup, juara ASEAN Games; kapan sejarah itu terjadi? saat VOC-kah? saat SBY-kah? - adakah radikal dan theroris islam pada masa ORBA? kenapa sekarang menjamur bak jamur dimusim penghujan? tanpa tangan dingin HMS, para radikalis baik atau kanan dari dulu selalu mencoba merongrong NKRI, hanya HMS-lah yg sanggup meredam mereka. tahu kenapa? karena HMS TAHU bagaimana dan apa itu kinerja yg sistematik, konsisten dan memiliki visi dan misi yg JELAS. > Â > Nanti para pendukung Sukarno pasti juga bisa bilang bahwa zaman Sukarno > banyak prestasi pula: Ada Konferensi Asia-Afrika, ada Ganefo, Indonesia > berani keluar dari PBB yang dikuasai AS dan sekutu-sekutunya, dan berani > menolak utang dari Barat Indonesia bahkan dihargai dan disegani bukan cuma > oleh negara-negara Asia tapi juga Afrika, dan Eropa Timur. Buktinya? Mereka > hadir dalam Konferensi AA yang bersejarah itu. *** Apa artinya prestasi "simbolik" kalau realitanya keadaan sosoal ekonomi dan politik bangsa indonesia masa ORLA hancur lebur? kita hidup tdk tergantung dgn IMAGE dan anggapan dari luar, realitas hidup kita lebih penting dari semuanya itu, dan itulah yg selama ini ingin diwujudkan HMS lepas dari kesalahan disana-sani dalam prosesk pelaksanaannya, no one is perfect anyway! > Â > Orba sudah tamat riwayat, Bung. Jangan mimpi aja kerjanya. *** Memang, siapa juga yg mau mengulang dan bermimpi, namun mengklarifikasi "sejarah" dan duduk persoalan dgn cara yg benar, jujur dan adil sangat kita butuhkan sbg bahan perenungan dan pelajaran bagi perjalanan bangsa ini kedepannya. sikap suka menghujat dan antipati didasari rasa kebencian dan dendam sama sekali tak membawa kebaikan bagi bangsa ini kedepannnya. Dulu aku sempat salut dgn PKS yg ingin menetapkan HMS sbg pahlawan Nsional, namun mereka terlalu pengecut dgn kritikan yg ada, padahal sikap itu mencerminkan rasa kejujuran dan keadilan. btw, dikau mengatakan ORBA udah tamat riwayatnya, disaat yg sama dikau membanggakan ORLA dgn Soekarno-nya, apa itu nggak keblinger dan kontradiktif?
