Itulah makanya. Kita gak usah ikutin Partai2 yg koalisi yg selalu
bikin bingung dan membodohi kita.

Maspri

--- In [email protected], Surya Fermana
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yo,i.
>   Saya sering mengamati jalannya politik di Indonesia tapi saya
sangat banyak menemukan kekecewaan. PDI Perjuangan bilang bahwa
mereka adalah partai oposisi dengan bipartisan. Tapi, itu hanya jadi
slogan kosong ketika dalam pilkada DKI mereka ikut koalisi Partai
Demokrat dan Golkar, yang nyata-nyata partai utama pembela SBY-JK.
Begitu juga partai demokrat yang pada Pilpres putaran kedua minta
bantuan PKS untuk mendukung SBY, dan diiyakan oleh PKS. Pada pilkada
ini PD bersama koalisinya menganggap bahwa PKS adalah musuh ideologi.
Inikan merusak bangunan tatanan politik yang sehat dan mendidik.
Rakyat disuguhi kebingungan-kebingungan oleh sikap partai. Jika
hipotesanya yang merekatkan PDI Perjuangan, Demokrat dan Golkar dan
koalisinya adalah money politics. Dan setiap partai dikasih 40
milyar, maka total jumlah uang yang dikeluarkan untuk lima koalisi
partai adalah 200 milyar. kita anggap gajih gubernur 1 milyar 1
bulan. maka lima tahunnya adalah 60 milyar. Berarti dia rugi
>  120 milyar dan harus balik modal. Pertanyaannya adalah sempatkah
sang gubernur mengurus masalah rakyatnya ?
>   Surya,

Kirim email ke