Conto salah satu mentalitas buruk itu ya seperti yang ditunjukkan Ilmi: kalah debat, lalu usung-usung etnik, dan pake ngancam segala. mana bisa kaya gini mau mengelola PLTN? Iya, Pak Verdi. Si Doel bisa jadi insinyur. Saya harap lebih banyak insinyur Indonesia yang bermental seperti si Doel. Kalo itu terjadi, saya ikhlas di RI ada PLTN. Tapi kalo masih kaya Ilmi Hussein, hiiiiiii sereeeem. Nanti kalo dikritik ngeluarin kelewang! manneke
--- On Wed, 2/17/10, verdi adhanta <[email protected]> wrote: From: verdi adhanta <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Bangka Belitung ingin punya PLTN To: [email protected] Received: Wednesday, February 17, 2010, 5:12 AM Saya kira pak Manneke sedang bicara dalam konteks praktisnya. Menimbang bidang keahliannya yang setahu saya kebetulan adalah studi budaya Asia, (maaf kalau salah pak), saya kira dia sudah punya cukup informasi soal strength dan weaknesses kultur diri orang Indonesia. Strength-nya banyak kok, dan dalam beberapa hal melebihi orang Jepang. Kemampuan berekspresi orang Indonesia saya kira lebih superior, dan keberagamannya juga mencengangkan dunia. Bandingkan dengan komik jepang yang seluruhnya sebentuk dan bahkan dimensi fisik buku-nya pun seragam, persis, sampai ke milimeter-milimeter nya! :-) Cuma yang sedang dibicarakan, kebetulan, pas, pada weaknessesnya orang Indonesia. Tapi pak Manneke, Doel bisa kok jadi insinyur! :-)
