Bukannya mau membela pekerja TV non-lokal :P

Begini lho.. Justru saya melihat bahwa pandangan TV lokal berkompetisi dengan 
TV kabel itu salah dan tidak terjadi. TV Lokal mungkin mencari ide dan 
inspirasi dari TV kabel iya.. tapi mereka tidak akan bikin acara seperti 
program di TV kabel, kalaupun iya mungkin sebatas ide / konsepnya saja tapi 
secara tampilan, grafis, dan bertuturnya berbeda. Balik lagi bahwa TV lokal 
membuat program itu atas selera PASAR. Sayangnya penilaian PASAR penonton TV 
(rating) lokal kita itu adalah masyarakat C - D (cek deh ke AC Nielsen). Jelas 
sudah kan mengapa tayangan program TV lokal konsepnya sangat C-D?

Think globally, act locally.. ini jargon Victor Papanek yang sangat bagus 
sekali. Apalagi konsep ini diluncurkan saat era kesejagatan(globalisme) 
dimulai. Jika mengambil contoh kejadian banjir kemaren.. betul sekali dan cocok 
sekali. Selain banjir ya tsumani dulu itu. Indonesia tiba-tiba jadi 
go-international. Tapi itu kan BENCANA, sebagai format news jelas saja punya 
value. Masa cuma mo nonton TV lokal kalau ada bencana dan musibah saja :D sedih 
dong.

Sebetulnya yang saya coba angkat adalah.. paradigma dalam melihat nilai selera 
program TV lokal yang sekarang benar-benar mewabah secara besar-besaran. Tidak 
cuma ke rakyat kecil tapi merasuk ke para pejabat negara. Misalnya kasus negara 
diberitakan seperti kasus selebriti yang mau cerai. Pathetic sekali. :)

Salam hormat
Motulz


john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bukannya mau membela Pekerja Stasiun TV, 
Mas Motul, namun saya melihat yang terjadi saat ini sedang terjadi adalah 
proses seleksi alam. Dengan masuknya ASTRO, Indovision dll maka stasiun 
televisi lambat atau cepat akan belajar untuk memproduksi tayangan yang bermutu 
sekaligus laris, agar tidak ditinggalkan pemirsanya dan utamanya para pemasang 
iklan.

Last but not least, pada waktu "musim banjir" awal Feb, saya sangat terbantu 
dengan rajin nonton tayangan live di TV lokal seperti AN-TV, RCTI, Metro TV 
dll. Di CNN atau BBC News (kalau Mas berlangganan TV Kabel) tidak ada yg 
selengkap TV lokal dalam hal coverage banjir.
Think local, act global Mas Motul...

Salam.

Kirim email ke