kalau kita bicara tentang kesejahteraan buruh
bukan berarti kita mau membuat para pengusaha sengsara,
kita juga tahu bagaimana pengusaha diperas,
baik karena mereka mau cari "backing", atau pengusaha yang jujur dan
bersih...
tapi kesejahteraan butuh akan selalu berkaitan dengan rasa aman
pada masa depan si buruh itu sendiri.
jangan buruh selalu ditakut-takuti dengan ancaman phk...
hanya karena jutaan calon buruh lainnya sudah menanti untuk dapat kerjaan...
dinegeri ini memang tidak ada sistem jaminan sosial yang bisa melindungi
buruh.
tapi kita toh bisa mencari contoh dari banyak perusahaan yang bersih dan
jujur,
dimana buruhnya tidak pernah resah.....karena manajemen perusahaan yang
bersih dan jujur...
yang paling parah adalah visi dan misi yang lemah...dari kantor yang ngurusi
tenaga kerja
tidak pernah menggali strategi yang tepat untuk mendapatkan solusi terbaik..
kerjanya hanya seremonial, senyum kiri senyum kanan...hehehehe
belum lagi koordinator dari beberapa kantor yang ngurusi bermacam kerjaan
negara ini....
tidak punya visi yang utuh dan berdasarkan keterpaduan...payah buanget...
jadi jangan heran kalau buruh dan pengusaha jadi semacam kelinci percobaan
terus-terusan
mana sih yang namanya sistem manajemen nasional....''indonesian
incorporated",
mimpi kali ya..
mas beye...jangan takut buat perubahan, sebelum kita tergelincir karena
perubahan itu sendiri
salambambangsulistomo.

2010/4/3 baswati <[email protected]>

>
>
> Saya sering heran melihat poduser TV mengundang nara sumber yang sudah
> menorehkan lembaran masa lalunya di akibat keputusan Soedmo sebagi
> sejarah Indonesia dikeathui publik. Berkacalah kepada kasus Marsinah
> dengan orang ini dan kisah dia sebagai Kopkamtib.

Kirim email ke