Mediasi Selesaikan Konflik Koja
   MEDIASI yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemuka 
masyarakat Koja akhirnya menghasilkan kesepakatan. Kedua belah pihak sepakat 
untuk menciptakan situasi yang kondusif dan menyelesaikan persoalan makam Mbah 
Priok dengan cara damai.
    Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur 
yang menetapkan makam Mbak Priok sebagai salah satu situs cagar budaya di 
Jakarta. Pemerintah provinsi akan membangunkan jalan khusus bagi para peziarah 
dan membuat kompleks makam menjadi lebih tertata rapi.
     Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada keluarga  ahli waris menjanjikan 
untuk pada saatnya meresmikan situs cagar budaya tersebut. Presiden 
mengharapkan semua pihak menghormati keberadaan makam Mbak Priok.
     Kita tentunya menyambut gembira kesepakatan damai yang tercapai. Inilah 
bukti bahwa pada akhirnya jalur dialogis, komunikasi yang terbuka menjadi kunci 
penyelesaian terbaik dari semua masalah.
      Persoalannya, kalau kita sadar bahwa jalur dialogis merupakan jalan 
terbaik, mengapa cara ini tidak dilakukan sejak awal. Mengapa semua itu baru 
dilakukan setelah kita saling mengumbar nafsu amarah. Setelah kita mengumbar 
rasa benci dan dendam.
      Karena kemarahan yang kita umbar, ada orang yang harus kehilangan nyawa 
secara sia-sia. Setidaknya ada tiga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol 
PP) yang menjadi korban dari amuk massa.
      Tidak hanya itu, ada puluhan orang yang harus terluka. Mereka harus 
merintih kesakitan karena menjadi korban penganiayaan baik yang dilakukan 
Satpol PP kepada warga maupun warga kepada Satpol PP.
       Kerusakan sudah terjadi. Bukan hanya begitu banyak materi yang hancur 
karena kemarahan yang kita lampiaskan, tetapi terpatri kuat keperihan hati. 
Bagaimana keamanan dan ketentraman menjadi terkocak dan masyarakat menyimpan 
memori yang sangat buruk.
      Kalau kita menuntut adanya tindakan tegas terhadap mereka yang 
bertanggung jawab atas terjadinya tragedi kemanusiaan itu, karena kita harus 
mengajarkan bahwa cara kekerasan tidak boleh lagi dilakukan. Cara seperti itu 
terbukti bukan langkah terbaik penyelesaian masalah, tetapi hanya menimbulkan 
penyesalan yang mendalam.
     Sungguh tidak ada yang diuntungkan dari kerusuhan yang terjadi hari Rabu 
lalu itu. Kita semua sama-sama merugikan, karena yang menang tetap menjadi 
arang, sementara yang kalah menjadi abu.
     Kita semua bersedih karena tidak ada sebenarnya yang harus kita perebutkan 
dengan menggunakan darah. Persoalan itu sebenarnya bisa diselesaikan dengan 
cara yang lebih bermartabat.
     Tragedi Koja haruslah menjadi tragedi kemanusiaan yang terakhir. Jangan 
lagi sampai ada korban jiwa dalam langkah penggusuran atau tindakan polisional 
yang dilakukan Satpol PP.
      Desakan bagi penataan ulang keberadaan Satpol PP merupakan hal yang 
sepantasnya dilakukan. Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan 
penegakan hukum antara polisi dan Satpol PP. Jangan biarkan pula Satpol PP 
dipimpin oleh orang-orang yang tidak mempunyai hati, orang yang hanya 
mengandalkan kekuatan dan kekerasan.
      Jauh lebih baik apabila keberadaan Satpol PP ditiadakan, karena kita 
hidup di zaman normal dan perangkat formal yaitu polisi sudah lebih dari cukup. 
Kalau pun harus dipertahankan maka rekruitmen harus dilakukan secara ketat dan 
pendidikan yang benar.
      Penegak hukum haruslah orang-orang yang memiliki karakter, integritas 
tinggi, dan disiplin yang kuat. Mereka bukanlah gerombolan yang bisa berbuat 
sesuka hati dan tidak dilengkapi dengan keterampilan khusus.
      Pada akhirnya yang namanya pejabat maupun aparat harus memiliki kemampuan 
untuk berkomunikasi yang baik dengan rakyatnya. Berkomunikasi dengan masyarakat 
haruslah dilakukan dengan hati. Sebab rakyat bukanlah musuh yang harus dibasmi, 
tetapi saudara-saudara kita yang harus dihormati dan dimanusiakan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke