Presiden RI: Negara Segera Tindak Tegas Lapindo!

“Sudah empat tahun semburan lumpur Lapindo meluluhlantakan kawasan
Porong, Sidoarjo,” ujar Presiden RI saat peringatan empat tahun lumpur
Lapindo di Porong,”Sudah banyak korban dan kehancuran lingkungan hidup,
maka tidak bisa tidak negara segera menindak tegas Lapindo,”


“Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pidana Lapindo
akan dicabut,” tegas sang presiden,”Lapindo harus bertanggungjawab!”

Kleepakkk…tiba-tiba sebuah buku tebal talah mengenai kepalaku.
“Ndul, bangun..loe mau kuliah ga? Molor mulu,” ujar Krisma teman
kuliahku di sebuah perguruan tinggi teknik ternama di Jawa Timur.Aku
pun terbangun dan baru sadar bahwa semua itu hanya mimpi.
“Sialan, menjelang bulan Mei, sejak munculnya semburan lumpur
Lapindo, aku selalu mimpi yang aneh-aneh,” gerutuku dalam hati, “Dan
sialnya mimpi itu seringkali tidak jadi kenyataan,”

“Lha gimana pemerintah mau berani tegas kepada Lapindo, orang
sekarang Presiden Indonesia masih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang
beberapa waktu lalu justru jadi saksi pernikahan anak dari mantan
petinggi Group Bakrie, Aburizal Bakrie, “ujarku dalam hati, “Sementara,
saat menjadi menteri, beliau kerap membela posisi Lapindo dalam kasus
semburan lumpur di Sidoarjo,”

“O..alah..lha mimpi kok aneh-aneh,” ujar Krisma setelah mendengar
ceritaku, “Udah mandi sana dan kita segera berangkat ke kampus,”
***
Singkat cerita, kami berdua pun segera berangkat ke kampus
mengendarai sepeda motor. Di saat melewati kawasan Porong, aku
sempatkan melihat rumah-rumah yang tenggelam. Aku pun masih menghirup
bau busuk. Bau busuk yang muncul setelah terjadi semburan lumpur empat
tahun yang lalu. “Tidak ada yang berubah!” ujarku dalam hati, “Lantas
dimana pemerintah?”

Catatan: cerpen fiksi ini merupakan bentuk keprihatinan penulis terhadap 
tragedi kemanusiaan lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Sumber: 
http://ekstra.kompasiana.com/group/fiksi/2010/04/16/presiden-ri-negara-segera-tindak-tegas-lapindo/

                                                
                                                


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke